KITAMUDAMEDIA, Bontang – RSUD Taman Husada Bontang sedang menghadapi lonjakan pasien signifikan. Pada Oktober 2025, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 90,65 persen, melebihi batas ideal rumah sakit sehat, yaitu 60–85 persen. Lonjakan ini berdampak langsung pada kepadatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Direktur RSUD Taman Husada, dr. Suhardi, menekankan pentingnya angka BOR sebagai indikator kesehatan rumah sakit.
“Kalau sudah di atas 85 persen, itu tandanya rumah sakit tidak sehat. Pasien makin banyak, ruang rawat penuh, dan ujung-ujungnya kenyamanan pasien ikut terganggu,” jelas dr. Suhardi.
Kondisi ini tidak lepas dari tren peningkatan pasien dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, BOR RSUD Taman Husada berada di angka 42 persen, naik menjadi 58 persen pada 2023, dan stabil di 57 persen sepanjang 2024.
“Lonjakan kebutuhan layanan pada Oktober 2025 ini memberi tekanan signifikan terhadap kapasitas rumah sakit,” tambah dr. Suhardi.
Meski begitu, pihak rumah sakit melihat situasi ini sebagai momentum evaluasi. RSUD Taman Husada berupaya memperkuat kesiapan fasilitas, meningkatkan efisiensi layanan, dan menjaga kualitas pengalaman pasien.
“BOR adalah salah satu indikator kesehatan rumah sakit. Oleh karena itu, masyarakat juga kami harapkan dapat semakin bijak memanfaatkan layanan, termasuk memaksimalkan fasilitas konsultasi dan pemeriksaan awal di layanan primer,” papar dr. Suhardi.
Dengan kolaborasi yang baik antara masyarakat dan fasilitas kesehatan, manajemen yakin pelayanan tetap optimal meski jumlah pasien meningkat.(Adv)
Redaksi



