Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Pemkot Bontang Kejar Penurunan Stunting hingga 12,5 Persen

KITAMUDAMEDIA, Bontang– Pemerintah Kota Bontang memasang target ambisius penurunan angka stunting hingga 12,5 persen pada 2026. Target tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris sebagai komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat perbaikan kualitas kesehatan anak.

Agus Haris, mengatakan target tersebut bukan tanpa dasar. Meski saat ini Bontang masih berada di peringkat ketiga angka stunting se-Kalimantan Timur, peluang untuk menurunkan angka secara signifikan dinilai sangat terbuka.

“Target kita jelas. Tahun 2026 stunting harus turun ke 12,5 persen. Kita optimistis bisa langsung masuk dua digit,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menekan angka stunting dapat menjadi contoh penting. Faktor utama keberhasilan tersebut bukan terletak pada luas wilayah atau kekuatan ekonomi, melainkan tingginya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan dasar, khususnya posyandu.

“Partisipasi posyandu di Kukar sangat tinggi. Ini kuncinya. Masyarakat rutin memantau tumbuh kembang balita,” jelasnya.

Bontang dinilai memiliki modal lebih untuk mempercepat penurunan stunting. Wilayah yang relatif kecil memudahkan pemetaan sasaran dan pengawasan program. Selain itu, keberadaan banyak perusahaan menjadi peluang kolaborasi dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

“Kondisi wilayah kita jauh lebih mudah dikendalikan. Ditambah lagi ada banyak perusahaan yang bisa dilibatkan,” tambahnya.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Bontang tengah melakukan pendataan secara detail terhadap bayi baru lahir dan ibu hamil. Data tersebut akan menjadi dasar intervensi sekaligus bahan kolaborasi dengan pihak swasta agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Agus Haris menegaskan pemerintah berperan sebagai pengarah dan pengendali kebijakan, sementara pelaksanaan teknis menjadi tanggung jawab perangkat daerah serta seluruh pemangku kepentingan.

“Kami sudah menetapkan targetnya. Sekarang semua perangkat daerah harus bergerak,” tegasnya.

Baca Juga  Belasan Wartawan Bontang Ikuti Uji Kompetensi, Jurnalis KMM Turut Serta

Untuk menjaga konsistensi program, Pemkot Bontang akan melakukan evaluasi rutin setiap tiga bulan. Evaluasi tersebut menjadi ruang untuk mengukur capaian sekaligus memperbaiki langkah yang belum optimal.

“Evaluasi rutin akan kita lakukan. Setelah Lebaran kita rapat lagi, supaya progresnya jelas,” pungkasnya.(*)

Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply