KITAMUDAMEDIA, Bontang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang terhenti sementara. Sebanyak sembilan dapur layanan ditutup selama dua pekan, membuat sekitar 13 ribu pelajar tak lagi menerima asupan makanan bergizi.
Penghentian ini menyusul surat dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait belum terpenuhinya standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut langkah tersebut diambil untuk memberi ruang perbaikan fasilitas agar sesuai ketentuan pemerintah pusat.
“Bagus saja distop selama dua minggu sambil diperbaiki,” ujarnya kepada awak media, Selasa (7/4/2026).
Ia mengakui, kebijakan itu berdampak pada ribuan pelajar yang sementara tidak lagi menerima layanan MBG.
“Memang ada sekitar 13.000 anak yang sementara tidak menerima makanan,” katanya.
Neni menegaskan, penghentian operasional merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui BGN yang harus diikuti pemerintah daerah.
“Tidak apa-apa, karena ini aturan dari pusat, bukan aturan pemerintah kota. Kita ikut saja,” pungkasnya.(adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



