Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Perkuat Karakter Siswa, Disdik Bontang Dorong Optimalisasi Pendidikan Keagamaan

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mendorong sekolah untuk mengoptimalkan pendidikan agama melalui berbagai kegiatan tambahan keagamaan.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin menilai penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter peserta didik menjadi salah satu kunci dalam mencegah berbagai persoalan sosial di kalangan remaja, termasuk pergaulan bebas dan kehamilan pada usia sekolah.

“Selain pembelajaran di kelas, sekolah juga perlu memperbanyak kegiatan keagamaan seperti shalat Dhuha, ngaji bersama atau kegiatan serupa lainnya,” paparnya, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, pendidikan agama tidak cukup hanya dipandang sebagai mata pelajaran, tetapi harus menjadi bagian dari pembinaan karakter yang diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Saparuddin menjelaskan, kurikulum saat ini telah mengalokasikan tiga jam pelajaran agama setiap pekan. Waktu tersebut dinilai memadai untuk memberikan dasar pemahaman keagamaan kepada peserta didik. Namun, pembentukan karakter membutuhkan pendekatan yang lebih luas melalui pembiasaan dan berbagai kegiatan positif di sekolah.

“Jam pelajaran agama di sekolah sudah diatur Kementerian Pendidikan, per minggu 3 jam, memang masih kurang, maka perlu kegiatan tambahan,” ungkap Saparuddin.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menghadirkan berbagai program keagamaan yang dapat melengkapi proses belajar di kelas. Kegiatan seperti pembinaan kerohanian, kajian keagamaan, peringatan hari besar keagamaan, hingga aktivitas sosial berbasis nilai-nilai agama diyakini mampu membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian peserta didik.

Ia menegaskan, pembentukan karakter tidak dapat dibebankan kepada guru semata. Orang tua dan lingkungan sekitar juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan pendampingan kepada anak agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif.

“Penguatan karakter harus dilakukan bersama. Untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak,” katanya. (Adv)

Baca Juga  Perda No 7 Tahun 2017, Henry : Ajak Masyarakat Cegah Penyalahgunaan Narkotika

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply