KITAMUDAMEDIA, Bontang – Sekira 62,7 persen remaja SMP di Indonesia tidak perawan. Hal itu diungkapkan dr. Fakhruzabadi saat mengisi acara penggerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan perkawinan anak, Kamis (2/5/2024).
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn) ternama di Kota Taman itu mengatakan, kasus seks bebas dan kekerasan pada anak terbilang tinggi. Terutama di Kota Bontang. Mirisnya, beberapa pasien remaja yang menemuinya bahkan ada yang sudah melakukan aborsi.
“Seks bebas masih tinggi di Bontang, bahkan ada anak yang masih dibawah umur beberapa waktu lalu pernah saya lakukan visum telah melakukan aborsi,” ungkapnya.
Bukan hanya tak lagi perawan, dr. Badi (sapaannya) ungkap secara nasional 93,7 persen anak remaja sudah pernah berciuman dan oral seks dan 97 persen remaja meninton film porno. Sementara kasus remaja SMA melakukan aborsi mencapai 21,2 persen.
Menurutnya, cara memberantas seks bebas di kalangan remaja harus dari akarnya. Peran orang tua juga sangat penting untuk memberikan edukasi seks kepada anak. Hal tersebut menjadi salah satu solusi mengurangi angka seks bebas di Kota Bontang.
Senada, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungsn Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang, Nurhidayah mengatakan semua pihak memiliki peran penting untuk memberikan edukasi ke anak soal seks bebas.
“Semua kalangan berperan penting mencegah terjadinya seks bebas, terutama orang tua yang memiliki waktu lebih banyak bersama anaknya, bisa diberi edukasi dan pengawasan lebih ketat,” turunnya.(*)
Reporter : Yulia.C
Editor : Nur Aisyah Nawir



