KITAMUDAMEDIA, Bontang – Sebanyak 110 pelajar dari berbagai sekolah di Kota Bontang tampil dalam Lomba Tari Kreasi Pelajar Se-Kota Bontang 2026 di Gedung Ainia Rasyifa, Sabtu (16/5/2026). Ajang yang memadukan unsur budaya nusantara dan olahraga itu disebut berpotensi dikembangkan hingga tingkat Kalimantan Timur.
Kegiatan bertema “Kreasikan Budaya Nusantara dengan Olahraga” tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan kreativitas di bidang seni budaya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan lomba tari kreasi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang positif bagi generasi muda untuk berkembang.
“Pemerintah Kota Bontang sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berkembang dan semakin banyak organisasi maupun sekolah yang terlibat dalam pengembangan seni dan budaya melalui olahraga,” ujarnya.
Menurut Eko, kegiatan itu telah digelar lima kali dan terus menunjukkan perkembangan setiap tahun. Ke depan, ajang tersebut diharapkan dapat diperluas hingga tingkat Kalimantan Timur.
“Kami berharap nantinya kegiatan ini bisa diselenggarakan tingkat se-Kaltim. Dengan mengundang peserta dari berbagai daerah ke Kota Bontang tentu akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan sport tourism serta pariwisata Kota Bontang,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi sarana pengembangan kreativitas dan potensi seni pelajar di Kota Bontang.
Ketua Panitia Jumiati menjelaskan, peserta terdiri dari 58 pelajar tingkat SD serta 42 pelajar tingkat SMP dan SMA.
Kategori yang diperlombakan meliputi Tari Perorangan Kreasi tingkat SD, Tari Perorangan Kreasi tingkat SMP/SMA, Kostum Sporty Perorangan tingkat SD, dan Kostum Sporty Perorangan tingkat SMP/SMA.
“Total hadiah yang diperebutkan dalam kegiatan ini mencapai Rp30 juta,” jelasnya.
Selama perlombaan, peserta menampilkan beragam kreativitas gerak dan kostum dengan perpaduan budaya nusantara serta konsep olahraga modern. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



