KITAMUDAMEDIA, Bontang – Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang dinilai masih belum tergarap maksimal. Bukan karena minimnya fasilitas, melainkan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dan sertifikasi untuk mengoperasikannya.
Sorotan itu disampaikan Anggota DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib, saat rapat kerja pembahasan optimalisasi PAD Tahun Anggaran 2026. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur harus menjadi perhatian pemerintah agar setiap fasilitas yang dibeli melalui anggaran daerah benar-benar dapat dimanfaatkan.
Sahib menilai pengadaan peralatan dan sarana pendukung tidak akan memberikan hasil optimal apabila tidak dibarengi dengan kesiapan tenaga yang kompeten.
Pemerintah, kata dia, perlu memastikan kesiapan SDM sebelum mengalokasikan anggaran untuk pengadaan fasilitas maupun alat penunjang pelayanan.
“Jangan sampai pemerintah sudah mengeluarkan anggaran untuk membeli fasilitas, tetapi penggunaannya tidak maksimal karena tenaga yang mengoperasikan belum tersedia. Jadinya hanya membuang biaya,” ujarnya dalam rapat kerja, beberapa waktu lalu.
Ia mencontohkan kondisi di Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang yang telah memiliki alat uji KIR untuk kendaraan besar. Namun, fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan tenaga bersertifikat yang dapat mengoperasikannya.
Akibat kondisi itu, potensi pendapatan daerah dari layanan uji KIR belum bisa dimaksimalkan. Kendaraan berukuran besar pun masih harus menjalani pengujian di daerah lain.
“Padahal dari layanan itu bisa menghasilkan PAD. Karena keterbatasan SDM, kendaraan besar yang ingin melakukan uji KIR harus ke kota tetangga. Akhirnya potensi pendapatan daerah juga ikut lepas,” tegasnya.
Sahib berharap pemerintah daerah lebih cermat menyusun perencanaan anggaran dengan menyeimbangkan pengadaan sarana dan kesiapan SDM. Dengan begitu, setiap fasilitas yang dibeli menggunakan anggaran daerah dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus berkontribusi pada peningkatan PAD Kota Bontang. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



