Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

GELIS Jadi Senjata Disdikbud Bontang Kejar 1.619 Anak Tidak Sekolah

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang meluncurkan inovasi Gerakan Kembali Sekolah (GELIS) sebagai upaya terpadu menangani Anak Tidak Sekolah (ATS). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak usia sekolah memperoleh hak atas pendidikan.

Berdasarkan Dashboard Anak Tidak Sekolah (ATS) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) hasil verifikasi per 4 Juli 2026, Kota Bontang masih memiliki 1.619 anak yang belum memperoleh layanan pendidikan secara optimal. Rinciannya, 768 anak belum pernah bersekolah, 564 anak putus sekolah, dan 287 anak telah lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan.

Kepala Seksi (Kasi) Peserta Didik dan Kurikulum Disdikbud Bontang, Saropah, mengatakan GELIS hadir untuk membangun sistem penanganan ATS yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.

“Tujuan kami memastikan seluruh anak usia sekolah di Kota Bontang memperoleh hak atas layanan pendidikan yang bermutu. Penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri oleh Dinas Pendidikan karena penyebab anak tidak sekolah sangat beragam,” ujarnya kepada redaksi, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi, perpindahan domisili, kesehatan, hingga persoalan keluarga menjadi penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan.

Melalui GELIS, pemerintah akan mengintegrasikan data ATS dari Dashboard Kemendikdasmen, Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta hasil verifikasi lapangan untuk menghasilkan satu data sebagai dasar penyusunan kebijakan.

“Kami sudah bersurat ke sekolah maupun provinsi untuk melakukan verifikasi dilapangan, agar datanya valid,” tuturnya. (Adv)

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Baca Juga  Pelatihan Paskibraka 2022 dibuka, Tugasnya Berat Tapi Mulia.

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply