Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Harga Minyak Terkerek Optimisme Pasar Terhadap Vaksin Corona

KITAMUDAMEDIA – Harga minyak mentah dunia naik tipis pada akhir perdagangan Senin (14/12). Pasar optimis distribusi vaksin corona (covid-19) akan mendorong permintaan minyak global.

Mengutip, Selasa (15/12), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari menguat 0,6 persen menjadi US$50,29 per barel.

Begitu pula dengan minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari yang naik 0,9 persen menjadi US$46,99 per barel.

Brent dan WTI tercatat menguat selama enam pekan berturut-turut. Ini adalah kenaikan mingguan terpanjang Brent dan WTI sejak Juni 2020.

“Momentum harga telah melambat secara signifikan selama beberapa minggu terakhir, sementara beberapa berita utama baru yang tak terduga diperlukan untuk mendorong harga minyak ke level baru,” ungkap Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.

Sebelumnya, potensi kenaikan pasokan telah membebani harga minyak. Produksi minyak Libya tembus 1,28 juta barel per hari pada Senin (14/12). Salah satu sumber di National Oil Corporation (NOC) mengatakan angka produksi di Libya naik 1,25 juta barel pada akhir November 2020.

Perusahaan-perusahaan energi di Amerika Serikat (AS) menambahkan rig minyak dan gas alam paling banyak dalam seminggu sejak Januari 2020. Total persediaan minyak mentah global pada Desember 2020 masih jauh di atas level 2019 dan 2018.

“Sementara, lonjakan tajam stok global dari awal pandemi covid-19 di musim semi hingga musim panas mencerminkan permintaan bahan bakar yang lemah tahun ini, volume stok minyak mentah yang masih tinggi menunjukkan permintaan belum pulih ke level sebelum covid-19,” kata Firma Intelijen Pasar Kpler dalam sebuah catatan.

Sebagai informasi, harga minyak mentah dunia akhir pekan lalu ditutup di zona merah. Tercatat, harga minyak mentah berjangka Brent pengiriman Februari turun 0,6 persen menjadi US$49,97 per barel di London ICE Futures Exchange dan WTI turun 0,5 persen menjadi US$46,57 per barel di New York Mercantile Exchange. (CNN)

Baca Juga  PUPR Bontang Gelar Pelatihan SPV K3 Konstruksi dan Bimtek Tukang Taman

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply