Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Puasa Tak Halangi Nelayan Berlayar, Meski Bejibaku Dibawah Terik Mentari dan Dahaga

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Berpuasa di tengah laut bukan hal baru bagi Asriadi (50) Meski sulit, pria asli Bontang itu tetap menjaring ikan di bawah teriknya mentari. Cuaca panas di tengah laut dan perihnya dahaga, ia lawan. Melempar jaring kemudian menariknya kembali merupakan hal yang setiap hari dilakukan oleh lelaki paruh baya bersama puluhan nelayan lain.

Berlayar hingga 30 mil diatas permukaan air, serta melintasi lautan hingga ke laut Berau rela ia tempuh hanya untuk mendapatkan
tangkapan ikan.

“Sampai ke Nunukan, ke Berau juga kalau memang tidak ada ikan di laut Bontang, padahal dapatnya juga kadang tidak seberapa,” ujarnya ditemui di Selambai Lok Tuan, Sabtu (24/4/2021).

Dengan menggunakan kapal bernama “Harapan Sejahtera” Asriadi dan puluhan nelayan lain berlayar dari Pukul 07:00 hingga 13:00 Wita, selama bulan Ramadhan dengan start di Pelabuhan Selambai Lok Tuan, kapal Harapan Sejahtera merupakan kapal pribadi milik Asriadi.

Ia mengaku pendapatan yang didapatkan berkurang akibat waktu yang relatif singkat, dari yang biasa bisa mendapatkan hingga 1 ton kini hanya 500 Kg saja, meski begitu Asriadi tetap bersyukur sebab menurutnya sampai di daratan dengan selamat saja sudah menjadi kebahagiaan baginya serta para nelayan lain.

“Pendapatan berkurang, karena cuman setengah hari, kasihan teman-teman juga banyak yang puasa, tapi pendapatan itu mengikuti faktor cuaca, kadang juga ada beberapa kadang juga sedikit,” terangnya.

“Kalau hari biasa, kita dari pagi sampai malam, itu bisa dapat sampai 1 Ton, kalau sekarang paling 500-600 kg saja,” sambungnya.

Lebih lanjut, Asriadi menjelaskan, pembongkaran dapat dilakukan malam hari, serta pembagian diberikan setelah hasilnya terjual dan dibagi secara merata.

Baca Juga  Larangan Mudik, Sopir Bus Bontang Gigit Jari

“Paling kita biasa dapat tongkol itupun sedikit, harganya juga gak terlalu mahal, pembagiannya nanti kalau sudah terjual, baru kita bagi rata,” pungkasnya.

Reporter : Iqbal Tawakkal

Editor : Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply