KITAMUDAMEDIA, Bontang – Sebanyak 76 tenaga kerja asing (TKA) tercatat bekerja di sejumlah perusahaan di Kota Bontang selama periode Januari hingga Agustus 2024. Data tersebut terungkap dalam Focussed Group Discussion (FGD) Pemantauan Orang Asing yang digelar pada Rabu (25/9/2024).
Berdasarkan data yang dipaparkan Sekretaris Kesbangpol Kota Bontang, Marthen Minggu, PT Graha Power Kaltim (GPK), perusahaan yang bergerak di sektor penyediaan listrik ini menjadi perusahaan dengan jumlah TKA terbanyak di Kota Bontang, yakni 71 orang dari Januari hingga Juni, yang kemudian berkurang menjadi 70 orang pada Juli hingga Agustus.
Selain PT GPK, PT Blackbear juga mempekerjakan 1 tenaga kerja asing sejak Mei hingga Agustus, sementara PT Indominco Mandiri (IMM) mempekerjakan 5 TKA sejak Januari hingga Agustus. Sedangkan dua perusahaan besar di Kota Bontang seperti PT Badak LNG dan PT Pupuk Kaltim pada umumnya mempekerjakan tenaga kerja lokal di Indonesia.
“Jadi PT Graha Power Kaltim paling banyak mempekerjakan tenaga kerja asing, ada 71 orang. Kalau Indominco mohon maaf sebenarnya lokasi tambangnya tidak masuk di wilayah Kota Bontang, hanya saja pelabuhannya,” terangnya.
Dikatakan Marthen, pemantauan terhadap TKA merupakan bagian penting dari visi Kota Bontang untuk menjaga harmoni ditengah perkembangan industri. “Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti imigrasi, kepolisian, dan lainnya untuk memantau pergerakan tenaga kerja asing,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemantauan secara intensif. Hal ini dilakukan agar tetap sejalan dengan regulasi yang berlaku di Kota Bontang. Menurutnya, dengan skala Bontang yang kecil, masuknya TKA bisa terdeteksi dengan cepat.
“Dengan teknologi yang ada dan ukuran kota yang kecil, pergerakan TKA dapat dengan cepat terdeteksi,” pungkasnya.
Kendati demikian, Marthen berharap adanya sinergi antara berbagai pihak dalam memastikan kehadiran tenaga kerja asing di Bontang agar tetap terpantau dan tidak mengganggu keseimbangan sosial serta kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.(*)
Reporter: Masyrifah
Editor: Icha Nawir



