KITAMUDAMEDIA

Prioritaskan Kesejateraan Guru, Neni-Agus Janji Naikkan Insentif Guru Hingga Rp 2 Juta

Pasangan calon nomor urut 4, Neni Moerniaeni dan Agus Haris menggelar dialog dengan para tenaga pendidik di gedung PGS Kota Bontang

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang nomor urut 4, Neni Moerniaeni dan Agus Haris, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru di Kota Bontang. Salah satu program unggulannya yakni pemberian insentif sebesar Rp 2 juta per bulan bagi tenaga pendidik. Program ini diusung sebagai bentuk penghargaan atas peran vital guru dalam mencerdaskan dan membentuk karakter generasi penerus Bontang.

Neni yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Bontang periode 2016-2021, menuturkan bahwa sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memberikan perhatian lebih kepada tenaga pendidik. Menurutnya, guru tidak hanya berperan dalam menyampaikan ilmu, tetapi juga membentuk karakter anak bangsa.

“Guru memang pahlawan tanpa tanda jasa, tapi dalam diri kita, baik dalam hal karakter maupun ilmu, ada sentuhan tangan seorang guru. Kita wajib memuliakan mereka,” tegas Neni, ditemui usai menggelar dialog di Gedung PGS pada Rabu (17/10/2024).

Ia juga menambahkan bahwa dengan kondisi keuangan Kota Bontang yang mencapai diangka Rp 3,3 triliun sangat mungkin untuk meningkatkan insentif para guru. Ia membandingkan ada periode kepemimpinannya dulu, insentif yang diberikan sebesar Rp 1 juta per bulan. Namun Neni menyayangkan, setelah masa jabatannya berakhir, tidak ada kenaikan signifikan meskipun persatuan guru telah mengajukan permintaan kenaikan sebesar Rp 1,5 juta tapi tidak disetujui. Baru pada tahun 2023, insentif tersebut dinaikkan menjadi Rp 1,1 juta, jauh dari harapan para guru.

Dengan latar belakang kepedulian terhadap pendidikan, Neni berharap program ini dapat membawa dampak positif bagi kualitas pendidikan di Bontang. “Saya dan Pak Agus Haris yakin dengan memberikan kesejahteraan yang layak, para guru akan semakin termotivasi untuk mendidik generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Sementara Calon Waki Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan, sebagai mantan guru, ia memahami betul beratnya tanggung jawab seorang pendidik. “Beban kerja guru sangat besar, tanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa ada di pundak mereka. Namun, kesejahteraan yang diterima selama ini tidak sebanding dengan yang mereka berikan,” ujar Agus.

Ia menekankan pentingnya keadilan bagi para tenaga pendidik, termasuk hak-hak yang selama ini belum terpenuhi tepat waktu. Menurut Agus, pengalaman sebagai guru telah membentuk pandangannya bahwa kesejahteraan guru harus menjadi prioritas.

“Saya tidak ingin guru-guru di Bontang mengalami hal yang pernah saya alami. Kita harus memastikan bahwa mereka mendapatkan hak-hak mereka dengan layak dan tepat waktu,” tambahnya.

Kendati demikian, Agus berharap Pilkada 2024 ini menjadi momentum bagi warga Bontang untuk menentukan masa depan Kota Bontang, termasuk dalam hal pendidikan. “Saya harap program kesejahteraan guru yang kami usung, mampu membawa perubahan nyata bagi para tenaga pendidik di Bontang. Sudah saatnya kita berbenah untuk kesejahteraan para guru dan untuk kemajuan Kota Bontang,” pungkasnya.(*)

Redaksi

Exit mobile version