KITAMUDAMEDIA,Tenggarong – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara melalui Bidang Pengelolaan dan Perizinan Penggunaan Arsip mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari kelurahan dan desa di lingkungan Kecamatan Tenggarong pada Kamis, 7 November 2024, di Ruang Rapat Diarpus Kukar.
Pemanfaatan Teknologi untuk Pengelolaan Arsip
Bimtek ini dibuka langsung oleh Kepala Diarpus Kukar, Hj. Aji Lina Rodiah, setelah laporan awal yang disampaikan Arsiparis Ahli Muda, Hj. Mahdanur Saftuti. Dalam sambutannya, Hj. Aji Lina menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi seperti aplikasi SRIKANDI bertujuan menciptakan sistem kearsipan yang lebih praktis, efisien, dan efektif.
“Dengan aplikasi ini, kami berharap pengelolaan arsip di kelurahan dan desa dapat lebih terstruktur, mudah diakses, dan mendukung tata kelola pemerintahan yang baik,” ungkap Hj. Aji Lina.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan penjelasan mendalam tentang fitur-fitur yang ada dalam aplikasi SRIKANDI, manfaat penggunaannya, serta cara pengoperasiannya. Materi tersebut disampaikan oleh dua narasumber, Endang Sri Wahyuni dan Roni Fadillah, yang merupakan tenaga ahli dalam bidang pengelolaan arsip digital.
Peserta terlihat antusias saat mempelajari aplikasi ini karena SRIKANDI diharapkan dapat mempermudah proses pencatatan, penyimpanan, dan akses arsip secara terintegrasi, baik di tingkat kelurahan maupun desa.
Melalui pelaksanaan Bimtek ini, Diarpus Kukar berharap kelurahan dan desa di Kecamatan Tenggarong dapat mulai mengimplementasikan aplikasi SRIKANDI dalam pengelolaan arsip mereka. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik melalui digitalisasi kearsipan.
“Penggunaan aplikasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan profesionalitas dalam pengelolaan arsip di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus mendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik,” tutup Hj. Aji Lina.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta aktif bertanya untuk memastikan pemahaman yang lebih baik tentang implementasi aplikasi SRIKANDI.(*)
Editor : Redaksi



