Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Bertani Bukan Lagi Kotor dan Lumpur, Pemerintah Dorong Milenial Garap “Lahan Digital”

KITAMUDAMEDIA, Tenggarong – Bertani kini tak lagi identik dengan kerja berat dan lumpur di kaki. Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang tengah mendorong transformasi pertanian menjadi sektor yang menarik dan menguntungkan bagi generasi muda, terutama lewat pendekatan teknologi digital.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi regenerasi petani yang kini menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kutai Kartanegara. Dengan memperkenalkan konsep pertanian modern berbasis teknologi, pemerintah berharap minat kalangan milenial terhadap dunia pertanian bisa meningkat.

Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, menyebut bahwa paradigma lama tentang bertani harus diubah. Ia menilai teknologi seperti Internet of Things (IoT), pertanian presisi, dan aplikasi pertanian bisa menjadikan sektor ini jauh lebih menarik.

“Banyak anak muda yang belum melihat pertanian sebagai bidang yang menguntungkan. Padahal, dengan teknologi digital seperti pertanian presisi, IoT, dan sistem pertanian berbasis aplikasi, sektor ini bisa sangat menggiurkan,” ujar Tego, Kamis (6/3/2025).

Dalam praktiknya, teknologi telah mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi: mulai dari drone untuk pemetaan lahan, penyemprotan otomatis, sensor tanah untuk analisis nutrisi, hingga sistem irigasi berbasis aplikasi.

Pemerintah setempat juga tengah menyiapkan kerja sama strategis dengan universitas, startup agritech, dan komunitas petani modern. Program ini dirancang agar generasi muda dapat melihat langsung bagaimana teknologi mentransformasi proses bertani.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bertani itu tidak lagi konvensional. Dengan adanya teknologi, proses pertanian bisa lebih praktis dan menguntungkan,” tambah Tego.

Program inkubasi petani digital juga akan digelar. Anak muda yang tertarik akan diberi pelatihan seputar pengelolaan lahan berbasis data, pemasaran produk melalui e-commerce, dan pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah.

Tantangan lain yang juga jadi perhatian adalah soal permodalan dan distribusi. Pemerintah akan membantu menghubungkan petani muda dengan sumber pembiayaan seperti program pemerintah, investor, hingga perbankan syariah.

Baca Juga  Progres Pembangunan Kantor Berebas Tengah 17 Persen, Target Rampung Akhir Tahun

“Kami ingin anak muda yang terjun ke pertanian tidak hanya bertani, tetapi juga menjadi wirausahawan di sektor ini. Mereka harus punya pola pikir bisnis agar bisa berkembang secara berkelanjutan,” jelas Tego.

Selain itu, kemitraan dengan marketplace digital dan koperasi pertanian akan diperkuat, sehingga produk petani muda bisa lebih mudah masuk ke pasar dan mendapatkan harga kompetitif.

Tego berharap, dengan langkah ini, muncul generasi petani baru yang bukan hanya menggarap tanah, tapi juga membawa inovasi. Mereka diharapkan mampu meningkatkan daya saing pertanian Kukar di tingkat nasional bahkan internasional.

“Kami tidak hanya ingin mempertahankan pertanian, tetapi juga menjadikannya sebagai industri modern yang bisa menjadi pilihan karier anak muda. Dengan pendekatan yang tepat, pertanian bisa menjadi sektor yang keren dan menjanjikan,” pungkasnya. (adv)

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply