KITAMUDAMEDIA, Tenggarong – Bulan suci Ramadan di Kutai Kartanegara (Kukar) diwarnai peningkatan aktivitas pengawasan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Di tengah semarak ibadah puasa, Satpol PP memperkuat patroli untuk memastikan seluruh elemen masyarakat mematuhi Surat Edaran (SE) Bupati Kukar mengenai ketertiban umum selama Ramadan.
Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran akan pelanggaran operasional tempat hiburan malam (THM), kafe, serta aktivitas pedagang kaki lima di area publik. Patroli tidak dilakukan secara simbolik, melainkan sebagai upaya nyata menciptakan Ramadan yang aman dan kondusif, khususnya bagi umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah.
Aji Muhammad Decki Ismail, Sekretaris Satpol PP Kukar, menegaskan bahwa pengawasan akan dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan aparat kepolisian dan dinas terkait.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan turun ke lapangan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan. Pengawasan akan diperketat di kawasan strategis,” ujarnya, Sabtu (8/3/2025).
Pengawasan akan difokuskan pada beberapa titik yang menjadi pusat aktivitas warga, seperti kawasan Turap Tepian Mahakam, yang kerap dipenuhi pengunjung menjelang berbuka dan malam hari. Selain itu, masjid-masjid besar di Tenggarong juga menjadi perhatian utama demi menjamin kenyamanan jamaah saat tarawih dan ibadah malam lainnya.
Kawasan lain yang tak luput dari pantauan adalah kafe serta tempat hiburan malam. Pengawasan ini ditujukan untuk memastikan operasional tempat-tempat tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan waktu yang telah diatur dalam SE Bupati. Penertiban pedagang kaki lima yang berjualan di fasilitas umum juga akan dilaksanakan guna menghindari kemacetan dan ketidaktertiban.
“Biasanya kami akan memberikan teguran hingga tiga kali. Jika masih ada yang melanggar, maka akan ada konsekuensi berupa penutupan,” tegas Decki, merujuk pada mekanisme sanksi terhadap pelanggaran di sektor THM dan kafe.
Selain itu, patroli juga difokuskan pada potensi gangguan lain seperti balapan liar yang sering terjadi di malam hari, serta kerumunan yang bisa memicu gangguan keamanan. Kegiatan hiburan yang tidak selaras dengan suasana Ramadan juga menjadi perhatian aparat.
“Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang, tanpa terganggu oleh aktivitas yang tidak sesuai dengan suasana Ramadan,” imbuhnya.
Satpol PP juga membuka ruang partisipasi publik dalam pengawasan. Decki mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan aktivitas yang melanggar ketentuan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Jika ada hal-hal yang mengganggu ketertiban, kami sangat berharap masyarakat segera melaporkannya,” katanya.
Dengan sinergi bersama aparat dan warga, serta pendekatan patroli yang intensif dan berskala luas, Satpol PP Kukar berharap suasana Ramadan 2025 bisa dijaga tetap khusyuk, aman, dan tertib bagi seluruh lapisan masyarakat. (adv)



