KITAMUDAMEDIA, Kutai Kartanegara — Sebanyak 83 anak dari keluarga pra-sejahtera di Kabupaten Kutai Kartanegara mendapat layanan kesehatan gratis dalam kegiatan sunatan massal yang digelar oleh PT MGRM bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kukar. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi sektor swasta dan pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Sunatan massal ini dilaksanakan secara gratis dan menyasar anak-anak dari berbagai kecamatan yang tergolong dalam keluarga tidak mampu. Program ini tak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga menjadi bagian dari pendekatan sosial dan kemanusiaan untuk meningkatkan derajat kesehatan anak-anak Kukar sejak dini.
PT MGRM sebagai mitra pelaksana menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang ditujukan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin berkontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya dalam hal pelayanan kesehatan dasar seperti sunatan massal yang sangat dibutuhkan banyak keluarga,” ujar perwakilan PT MGRM.
Pemerintah Kabupaten Kukar, melalui dukungannya dalam kegiatan ini, menunjukkan komitmen untuk terus menggandeng pihak-pihak swasta dalam penyelenggaraan layanan sosial dan kesehatan. Hal ini menjadi bagian dari strategi Pemkab untuk memperkuat pemerataan akses layanan publik, terutama bagi kelompok rentan.
Bupati Kukar Edi Damansyah menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi kontribusi PT MGRM dalam mendukung program kesehatan daerah. Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan secara merata.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang turut serta dalam gerakan kemanusiaan dan pelayanan sosial untuk masyarakat Kukar,” kata Edi.
Dengan kegiatan ini, Pemerintah Daerah berharap masyarakat pra-sejahtera tetap mendapat layanan kesehatan yang layak, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya peran bersama dalam membangun kesehatan masyarakat yang inklusif. (Adv)
Editor : Redaksi



