KITAMUDAMEDIA, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menyoroti masih banyaknya orang tua yang menjadikan nilai akademik sebagai ukuran utama keberhasilan anak. Padahal, setiap anak memiliki potensi dan kemampuan berbeda yang tidak bisa disamaratakan.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin, mengatakan orang tua perlu lebih peka mengenali minat dan bakat anak sejak dini, bukan hanya berfokus pada capaian angka di sekolah.
“Keberhasilan anak tidak bisa diukur dengan satu standar. Orang tua harus mampu melihat potensi yang dimiliki masing-masing anak,” ujarnya kepada redaksi, belum lama ini
Menurutnya, anggapan bahwa kecerdasan hanya diukur dari kemampuan akademik, terutama mata pelajaran seperti matematika, masih cukup kuat di masyarakat. Pandangan itu dinilai dapat menghambat perkembangan anak jika bakat lain tidak mendapat dukungan.
Ia menjelaskan, tidak semua anak menonjol di bidang akademik. Sebagian memiliki kemampuan di bidang seni, olahraga, maupun keterampilan praktis lainnya yang juga perlu mendapat perhatian.
Saparudin menilai peran orang tua seharusnya menjadi pendamping dalam proses belajar anak, bukan memberi tekanan berlebihan terhadap capaian tertentu.
“Kalau anak merasa didukung, mereka akan lebih percaya diri dan nyaman dalam belajar,” katanya.
Ia juga mengingatkan tantangan pendidikan terus berkembang, sehingga pola asuh dan cara pandang terhadap keberhasilan anak perlu menyesuaikan perubahan zaman.
“Yang terpenting bukan sekadar nilai, tetapi bagaimana anak bisa tumbuh sesuai bakat dan jati dirinya,” pungkasnya. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



