KITAMUDAMEDIA, Kutai Kartanegara — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus menggenjot penguatan sektor pertanian sebagai salah satu pilar ketahanan pangan dan penggerak ekonomi daerah. Melalui pendekatan berkelanjutan dan kolaboratif, Pemkab memilih fokus pada optimalisasi lahan pertanian eksisting dibanding membuka lahan baru, demi efisiensi dan efektivitas pembangunan.
Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa strategi ini lebih realistis dan sejalan dengan keterbatasan pembiayaan di sektor pertanian. “Kami menyadari permodalan masih menjadi kendala bagi banyak petani. Karena itu, kami hadirkan Kredit Kukar Idaman (KKI) sebagai solusi pembiayaan ringan agar petani bisa tetap berproduksi dan berkembang,” ujarnya.
Program ini menyasar berbagai kecamatan dengan potensi lahan pertanian aktif. Di Kecamatan Marangkayu, program pemberdayaan melalui bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) mencakup Desa Semangko, Sebuntal, dan Santan Ulu, dengan total luas lahan sekitar 960 hektare yang dikelola oleh lima brigade pangan.
Di Kecamatan Samboja, kegiatan difokuskan pada empat desa dengan cakupan lahan 338,7 hektare. Sementara Kecamatan Anggana mencakup lima desa dengan luas lahan 702,65 hektare. Di Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, program serupa dijalankan dengan cakupan 153 hektare.
Keberhasilan program ini tak lepas dari sinergi lintas instansi dan lembaga. Pemkab Kukar menggandeng Kodim 0906 dan Kodim 0908 untuk mendukung pelaksanaan teknis di lapangan, sesuai dengan mandat yang diberikan pemerintah pusat.
Selain itu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) bersama Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) turut aktif membangun dan memelihara infrastruktur pendukung, seperti jalan usaha tani, irigasi, embung, hingga sumur bor.
“Kolaborasi ini menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan pertanian yang tangguh, modern, dan berkelanjutan,” tambah Edi.
Dengan pendekatan berbasis kolaborasi dan keberlanjutan, Pemkab Kukar berharap sektor pertanian mampu berkontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat desa.
“Kami berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan program ini agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas. Ini bagian dari transformasi pertanian Kukar menuju era modern yang produktif dan mandiri,” tutup Edi. (*Adv)
Editor : Redaksi



