KITAMUDAMEDIA, Tenggarong – Pengurus baru National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2025–2030 resmi dilantik pada Minggu (20/4/2025). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Odah Etam dan dipimpin langsung oleh Ketua NPCI Kalimantan Timur, disaksikan oleh Bupati Kukar Edi Damansyah serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni.
Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisyron, menyampaikan apresiasi kepada para pengurus periode sebelumnya yang telah membangun pondasi kuat bagi organisasi ini. Menurutnya, estafet perjuangan kini diteruskan oleh kepengurusan baru yang siap membawa NPCI Kukar ke arah yang lebih maju.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” ujar Bisyron.
Ia menekankan pentingnya menghargai kontribusi pengurus lama yang telah berhasil menciptakan kemajuan signifikan dalam pembinaan atlet disabilitas di Kukar.
“Berkat kerja keras dan dedikasi beliau-beliau, kita telah melihat kemajuan yang signifikan dalam pembinaan atlet-atlet disabilitas di kabupaten tercinta ini,” ucapnya.
Saat ini, NPCI Kukar membina 75 atlet aktif dari berbagai cabang olahraga dan latar belakang disabilitas, seperti tunadaksa, tunanetra, intelektual, hingga cerebral palsy. Dalam ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Kaltim terakhir, atlet NPCI Kukar sukses menyumbangkan 15 medali, sebuah pencapaian yang menjadi bukti potensi besar yang dimiliki.
Meski demikian, Bisyron mengakui bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal infrastruktur olahraga yang inklusif dan sistem pembinaan berkelanjutan. Oleh karena itu, NPCI Kukar akan fokus mengembangkan program strategis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas atlet disabilitas.
“Sebagai ketua terpilih, saya membawa visi besar untuk mewujudkan Kutai Kartanegara sebagai kabupaten yang mengedepankan kesetaraan dan inklusi bagi atlet disabilitas, serta menjadi salah satu basis pengembangan atlet paralimpik terbaik di Indonesia,” tegasnya.
Secara jangka pendek, NPCI Kukar menargetkan peningkatan jumlah atlet disabilitas aktif sebesar 15 persen dalam satu tahun ke depan. Selain itu, akan dilakukan pemetaan bakat di seluruh kecamatan sebagai langkah awal pembinaan yang lebih merata dan terstruktur.
Untuk jangka panjang, organisasi ini membidik pencapaian lebih tinggi dengan menempatkan minimal lima atlet Kukar di tim nasional dan meraih setidaknya 25 medali pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2028.
“Ini bukan target yang mudah, tetapi dengan kerja sama dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, saya yakin kita bisa mencapainya,” tuturnya.
NPCI Kukar juga akan mengutamakan pembinaan cabang olahraga andalan seperti atletik, renang, tenis meja, dan bulu tangkis, tanpa mengesampingkan cabang lainnya.
“Kami berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan prestasi olahraga, tetapi juga membentuk karakter atlet yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” tutup Bisyron.(adv/dr)



