Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Andi Satya Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan lewat Program Pemeriksaan Gratis

KITAMUDAMEDIA, Kaltim – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra, menilai bahwaProgram Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dicanangkan pemerintah pusat merupakan langkah strategisuntuk memperbaiki layanan kesehatan, terutama di wilayah-wilayah terpencil Kaltim.

Ia menyoroti masih adanya kesenjangan layanan medis antarakota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan dengandaerah terpencil seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat. Program ini, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk mendorongpemerataan akses dan kualitas layanan kesehatan.

“Harapannya, masyarakat di daerah terpencil bisa mendapatkanlayanan pemeriksaan kesehatan yang setara dengan yang dinikmati warga di Samarinda dan Balikpapan,” ujar Andi Satya.

Sebagai seorang legislator sekaligus dokter, Andi juga menyoroti persoalan utama di sektor kesehatan, yaitukekurangan tenaga medis. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Kalimantan Timur masih kekurangan sekitar 2.000 dokter.

Ia menjelaskan bahwa distribusi tenaga medis yang tidak meratamenjadi tantangan serius. Sebagian besar dokter terkonsentrasidi wilayah perkotaan, sementara daerah pelosok kekurangantenaga kesehatan profesional.

“Ini menjadi tantangan bersama. Kita harus mencari solusikonkret untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis, terutama di wilayah pedalaman,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal ini, Andi mendorong Dinas Kesehatan Kaltim segera menyusun strategi jangka menengah dan panjang. Ia mengusulkan penyediaan beasiswa kedokteran bagi putra-putri daerah dan penerapan sistem zonasi untuk penempatandokter ke wilayah yang kekurangan.

“Saat ini hanya ada dua fakultas kedokteran di Samarinda—Universitas Mulawarman dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Kalau hanya mengandalkan lulusan dua kampus itu, kita butuh waktu sekitar 10 tahun untuk memenuhikekurangan 2.000 dokter,” tegasnya.

Karena itu, menurut Andi, diperlukan solusi alternatif yang inovatif dan cepat agar ketimpangan distribusi tenaga kesehatanbisa segera diatasi.

Di akhir pernyataannya, Andi Satya menyampaikan optimismebahwa melalui program PKG dan strategi penanganan yang tepat, layanan kesehatan di Kalimantan Timur akan semakinmerata dan berkualitas.

Baca Juga  Arus Lalu Lintas Tanah Merah Padat Merayap, Jalan Poros Samarinda - Bontang

(Adv /DPRDKaltim)

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply