Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Budaya Mengaji di Kukar Diperkuat, GEMA Jadi Cerminan Karakter Daerah

KITAMUDAMEDIA Tenggarong – Tiga tahun setelah dicanangkan, Gerakan Etam Mengaji Al-Qur’an (GEMA) terus meneguhkan diri sebagai identitas religius masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar).

Gerakan ini tak lagi sekadar rutinitas seremonial, melainkan telah menjadi budaya kolektif yang mengakar dalam kehidupan warga dan aparatur pemerintahan di Kukar.

Pada Senin (17/3/2025), ribuan orang dari berbagai elemen—mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, hingga organisasi keagamaan—memadati halaman Kantor Bupati Kukar. Mereka bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam rangkaian kegiatan GEMA yang telah menjadi tradisi rutin setiap bulan Ramadan.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa GEMA merupakan manifestasi dari semangat membangun karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Alhamdulillah, selama tiga tahun berjalan, Gerakan Etam Mengaji sudah menjadi kebiasaan yang melekat di Kukar. Kita ingin ini terus berlanjut, tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Edi.

Keseriusan Pemkab Kukar terhadap gerakan ini diwujudkan dalam bentuk regulasi resmi. GEMA telah diinstitusikan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2021, yang mewajibkan setiap satuan pendidikan, kantor pemerintahan, serta rumah ibadah di Kukar untuk menerapkan budaya mengaji setiap hari.

Implementasi GEMA juga mendapat dukungan luas dari lembaga keagamaan. Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar aktif memberikan pembinaan kepada qari dan qariah di berbagai kecamatan, sehingga gerakan ini tidak hanya meningkatkan kuantitas mengaji, tetapi juga kualitas tilawah dan pemahaman Al-Qur’an.

“GEMA bukan sekadar program, tapi cerminan jati diri masyarakat Kukar yang religius dan berbudaya,” kata Edi Damansyah.

Edi menyebutkan, salah satu indikator keberhasilan gerakan ini adalah prestasi Kukar dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah, Kukar sudah enam kali berturut-turut menjadi Juara Umum MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Ini menunjukkan bahwa budaya mengaji yang kita bangun telah melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi,” ujarnya.

Baca Juga  Kadis DPMPTSP Asdar Hadir dalam Launching Batik Khas Bontang 

Selain aspek kompetisi, Pemkab Kukar juga melihat GEMA sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan nilai moral.

Dalam jangka panjang, gerakan ini ditargetkan dapat menjadi kebiasaan lintas generasi yang memperkuat ketahanan sosial dan spiritual masyarakat Kukar di tengah tantangan zaman.

“Kita ingin tidak ada hari tanpa membaca, belajar, dan memahami Al-Qur’an. Itulah visi besar dari GEMA,” tegas Edi.

Pemkab Kukar akan terus mengembangkan program ini melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk lembaga pendidikan Islam, masjid, pesantren, dan komunitas pemuda. Program GEMA juga akan disinergikan dengan agenda keagamaan lainnya guna memperluas cakupan dan dampak.

Dengan pondasi spiritual yang kuat, pemerintah optimistis Kukar akan melahirkan generasi unggul yang tidak hanya tangguh secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi era modern tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan turun-temurun. (adv)

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply