KITAMUDAMEDIA, Tenggarong – Dukungan terhadap atlet disabilitas tak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pembinaan, tetapi juga perlu melibatkan keluarga dan pemerintah desa. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar), Aji Ali Husni.
Menurut Ali, peran keluarga sangat krusial dalam membentuk kepercayaan diri anak-anak berkebutuhan khusus agar berani tampil dan berprestasi di bidang olahraga.
Dukungan emosional, sambung dia, harus ditanamkan sejak dini. Pasalnya, hal tersebut menjadi fondasi utama dalam mencetak atlet-atlet tangguh dari kalangan disabilitas.
“Orang tua punya peran besar untuk terus menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri anak-anak mereka,” ujar Ali, Selasa (6/5/2025).
Lebih lanjut, ia juga mendorong agar pemerintah desa ikut aktif menyosialisasikan keberadaan dan peran National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kukar kepada masyarakat.
Hal ini, kata dia, sangat penting agar warga, khususnya penyandang disabilitas, mengetahui adanya program pembinaan yang bisa mereka ikuti.
“Perangkat desa harus aktif memberikan informasi tentang program NPCI agar teman-teman disabilitas merasa dilibatkan dan memiliki kesempatan yang sama,” jelasnya.
Ali menyebut masih banyak anak-anak disabilitas di kecamatan yang belum tersentuh program pembinaan, sebagian karena minimnya informasi dan pendekatan personal dari pihak terkait.
Ia menyebutkan, pihaknya telah mencatat sejumlah nama atlet disabilitas dari daerah yang berhasil menunjukkan kemampuan luar biasa. Di antaranya, atlet angkat berat dari Kecamatan Tabang dan atlet tenis meja dari Kenohan.
“Kisah-kisah ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan. Banyak anak di pelosok Kukar yang punya bakat luar biasa, hanya saja belum mendapat ruang untuk berkembang,” pungkas Ali. (adv/dr)



