KITAMUDAMEDIA, Kaltim – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, menegaskanpentingnya sinkronisasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyusunan Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Ia menekankan bahwasetiap program harus berbasis data dan terintegrasi untukmendukung visi pembangunan yang dicanangkan pemerintahprovinsi.
“Semua harus berbasis data. Saya berharap Panitia Khusus(Pansus) juga dapat merinci hal-hal strategis dalam dokumenRPJMD ini,” ujarnya, Selasa (22/4/2025).
Sapto menyebutkan, sejumlah program prioritas GubernurKalimantan Timur Rudy Mas’ud—seperti program pendidikangratis (GratisPoll), penanggulangan stunting, serta kemandirianenergi dan pangan—akan menjadi fokus utama dalam RPJMD lima tahun mendatang. Oleh karena itu, diperlukan koordinasiyang solid antar lembaga agar pelaksanaannya berjalan optimal.
Salah satu program yang menjadi sorotan Sapto adalahpendidikan gratis bagi jenjang SMA dan SMK. Ia menilai, program ini perlu dievaluasi secara menyeluruh agar dapatmemberikan manfaat yang tepat sasaran. Menurutnya, akurasidata menjadi kunci dalam keberhasilan program bantuanpendidikan, termasuk beasiswa untuk jenjang S1 hingga S3.
“Kita harus memiliki data yang valid dan terverifikasi. Misalnya, siswa berprestasi dari 10 kecamatan dan 59 kelurahandi Samarinda harus teridentifikasi secara rinci—termasuk latarbelakang keluarganya—agar bantuan diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Proses harmonisasi program antar-OPD dijadwalkanberlangsung pada 22 hingga 29 April, dengan pendampingandari Tim Bantuan Keuangan Provinsi (Banprov). Upaya inidimaksudkan untuk menghindari tumpang tindih program sertamemastikan semua kegiatan sejalan dengan visi besarpembangunan daerah.
Sebagai ilustrasi, Sapto mencontohkan perlunya sinergi antaraDinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). “Jika Dinas Pertanian menyiapkan bibit dan SDM petani, tapi Dinas PU tidak membangun irigasinya, maka program tidak akan berjalanmaksimal,” jelasnya.
Selain sektor pertanian, Sapto juga menyoroti pentingnyapenguatan sektor energi sebagai bagian dari upaya mewujudkankemandirian energi di daerah. Tahap awalnya dimulai daripemetaan potensi energi terbarukan.
“Pengembangan SDM adalah faktor kunci dalam transisi energi. Maka pendidikan vokasi dan pelatihan tenaga kerja di sektorenergi harus masuk dalam agenda strategis RPJMD,” pungkasnya. (ADV)
