Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Camat Kembang Janggut Tekankan Penanganan Stunting Harus Sesuai Kebutuhan Nyata di Tiap Desa

KITAMUDAMEDIATenggarong – Penanganan masalah stunting di wilayah pedesaan terus menjadi fokus utama Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut. Dalam forum Rembuk Stunting yang digelar di Desa Long Beleh Haloq pada Kamis (10/7/2025), Camat Kembang Janggut, Suhartono, menegaskan bahwa strategi penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara seragam di seluruh desa.

“Setiap wilayah memiliki tantangan dan karakteristik masing-masing. Oleh karena itu, tidak semua program bisa diterapkan secara sama rata. Kita harus pahami betul apa kebutuhan riil masyarakat di setiap desa,” ujar Suhartono dalam sambutannya di hadapan peserta rembuk.

Menurutnya, Rembuk Stunting harus dimaknai lebih dari sekadar agenda tahunan atau seremonial. Forum ini, lanjut Suhartono, merupakan ruang terbuka untuk merumuskan solusi berbasis kondisi lokal, sekaligus wadah aspirasi dari berbagai unsur masyarakat desa. Mulai dari kader Posyandu, pendamping desa, hingga tokoh masyarakat, semuanya punya peran penting dalam menyukseskan program ini.

Suhartono juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan. “Keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya bergantung pada satu pihak. Ini pekerjaan besar yang butuh sinergi. Maka dari itu, hasil rembuk ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh perangkat desa dan mitra kerja pemerintah untuk menjadikan Rembuk Stunting sebagai forum strategis yang mampu mendorong percepatan pencapaian target penurunan stunting di wilayahnya. Suhartono menekankan bahwa komitmen bersama adalah kunci, dan upaya penurunan stunting tidak boleh dilakukan setengah hati.

Kegiatan rembuk tersebut turut dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan aktif dalam program penanganan stunting, di antaranya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Kembang Janggut, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, perwakilan PAMSIMAS, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta elemen masyarakat lainnya.

Baca Juga  BPBD Kerahkan Personel Amankan Open Dragrace Bontang

Diskusi yang berlangsung secara partisipatif ini menghasilkan berbagai masukan dan usulan konkret. Beberapa desa menyampaikan perlunya penguatan layanan kesehatan dasar, peningkatan kapasitas kader, serta penyediaan sarana air bersih sebagai bagian dari intervensi yang harus dilakukan segera.

Suhartono menutup kegiatan dengan menyampaikan harapan agar seluruh pihak terus menjaga semangat dan konsistensi dalam menghadapi persoalan stunting, yang menurutnya merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.

“Tujuan akhirnya sangat jelas: menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan bebas dari stunting. Ini bukan sekadar proyek pembangunan, tapi tanggung jawab moral kita semua terhadap anak-anak kita,” pungkasnya. (*Adv)

Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply