KITAMUDAMEDIA, Bontang – Jumlah kendaraan bermotor di Bontang melonjak pada 2023 lalu. Berdasarkan data, terjadi peningkatan sebanyak 12.471 unit atau naik 8 persen dari tahun sebelumnya. Kondisi ini dinilai berpotensi memperburuk kualitas udara jika tidak segera dikendalikan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menilai pelaksanaan Uji Emisi Kendaraan Bermotor menjadi langkah penting untuk menekan dampak lingkungan akibat pertambahan kendaraan. Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan uji emisi gratis di pelataran parkir Bontang Citimall, Selasa (22/7/2025).
“Peningkatan jumlah kendaraan menjadi tantangan baru. Karena itu, pelaksanaan uji emisi secara rutin sangat penting dan harus melibatkan seluruh stakeholder,” tegasnya.
Wali Kota Neni juga menyebut, uji emisi adalah bentuk dukungan terhadap Program Langit Biru dan bagian dari upaya pemerintah menjaga kelestarian lingkungan.
“Uji emisi memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Ini sejalan dengan visi Bontang 2025–2029: menjadi kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan sebagai mitra IKN,” ujarnya.
Meski Indeks Kualitas Udara (IKU) Bontang pada 2024 tercatat 87,54 dengan kategori “baik”, pemerintah tetap mengantisipasi potensi penurunan akibat tingginya emisi kendaraan.
Uji emisi kali ini menyasar kendaraan roda empat berbahan bakar bensin dan solar, baik angkutan orang (kategori M) maupun angkutan barang (kategori N), termasuk kendaraan dinas Pemkot Bontang dan milik masyarakat umum.
Wali kota perempuan pertama di Bontang itu juga mengapresiasi 19 mitra kerja yang mendukung penuh pelaksanaan kegiatan. Ia menilai kolaborasi lintas sektor, termasuk industri dan rumah sakit, penting dalam mewujudkan kota yang bersih dan sehat.
“Kolaborasi ini mencerminkan semangat bersama membangun kota yang bersih, sehat, dan nyaman ditinggali,” tuturnya.(*)
Reporter: Yulia.C
Editor: Icha Nawir



