KITAMUDAMEDIA, Bontang – Rencana Pemerintah Kota Bontang menggelar Car Free Night (CFN) di sepanjang Jalan Ahmad Yani, kawasan Gunung Sari, Kelurahan Api-Api, menuai reaksi beragam dari masyarakat. Kegiatan yang digagas untuk mendukung UMKM dan menghadirkan ruang publik ini dinilai belum tepat jika diterapkan di jalan utama yang padat lalu lintas.
Sejumlah warga menyayangkan pemilihan lokasi yang dinilai akan menimbulkan dampak bagi pengguna jalan, seperti kemacetan, persoalan parkir, hingga gangguan keamanan dan kebersihan.
Muhammad Sabran, salah satu warga yang memberikan tanggapan melalui laman media sosial Kita Muda Media menilai sebaiknya pemerintah fokus membenahi lokasi car free day yang sudah ada sebelumnya.
“Car free day yang sudah ada diperbaiki kalau misal sepi, jangan malah pindah lokasi, apalagi jalan utama. Harus dipikirkan dampaknya, kebersihan, keamanan, parkir, macet, apalagi ini mau dilaksanakan malam hari. Aduh istigfar, siapa yang punya ide ini,” ungkapnya, Minggu (3/8/2025).
Senada, Dewy July juga menyampaikan keberatan jika Jalan Ahmad Yani dijadikan lokasi CFN.
“Kami pengguna jalan merasa keberatan karena tiap hari lewat situ,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Lurah Api-Api Bontang Utara, Hadha Sulistiyono, menjelaskan bahwa rencana CFN bertujuan memberikan ruang bagi pelaku UMKM memasarkan produknya, sekaligus menciptakan pusat keramaian yang ramah bagi pejalan kaki.
Baca Juga Gunung Sari Bakal Jadi Zona Car Free Night di Bontang
“Kami berharap dukungan dari seluruh warga dan pelaku usaha yang berada di sepanjang Jalan Ahmad Yani agar kegiatan ini bisa berjalan lancar. Namun ini masih dalam rencana,” ujarnya.
Hingga kini, Pemkot Bontang belum memastikan apakah Jalan Ahmad Yani akan menjadi lokasi tetap atau hanya sebagai uji coba. Pemerintah masih menjaring masukan dari masyarakat sebelum pelaksanaan perdana kegiatan tersebut.(*)
Reporter: Yulia C.
Editor: Icha Nawir



