KITAMUDAMEDIA, Bontang – Tidak hanya memadamkan api dan melakukan penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang juga menjadi tumpuan masyarakat dalam kondisi darurat medis. Banyak warga yang menghubungi Damkar untuk meminta pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas hingga minta diantar ke rumah sakit.
Respon cepat dan sigap yang menjadi ciri khas Disdamkartan, mendorong masyarakat untuk mengandalkan pasukan biru tersebut.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Sarkani, menjelaskan pihaknya memang memiliki tim medis dengan skil personel dan perlengkapan yang memadai. Awalnya tim medis dibentuk hanya untuk mendukung petugas di lapangan saat penyelamatan maupun kebakaran. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat terbiasa menghubungi Damkar saat terjadi kecelakaan.
“Skil petugas medis kami adalah penanganan pertama. Jadi korban kecelakaan bisa langsung ditangani, minimal bisa dapat pertolongan pertama jadi begitu korban sampai di IGD pasien bisa langsung mendapatkan penanganan medis lanjutan oleh petugas rumah sakit,” jelasnya, beberapa waktu lalu.
Data Disdamkartan mencatat, sejak Januari hingga Mei 2025, ada 40 laporan warga yang ditindaklanjuti. Mayoritas kasus merupakan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) serta permintaan pengantaran pasien ke fasilitas kesehatan.
“Selain kecelakaan lalu lintas, kita (Disdamkartan) juga sering mendapat permintaan warga untuk mengantar orang sakit ke Rumah Sakit. Kebetulan arma rescue Damkar dilengkapi peralatan medis darurat, seperti tabung oksigen dan keterampilan penanganan darurat (DHD) oleh tim medis, jadi sangat membantu warga,” tambah Sarkani.
Dengan semakin banyaknya laporan masyarakat, Damkar Bontang menegaskan pihaknya siap hadir kapan pun warga membutuhkan. Layanan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan mempercepat penanganan korban di lapangan.
Sebagai informasi, bagi warga yang membutuhkan bantuan Disdamkartan bisa menghubungi emergency call 113.
“Begitu masuk laporan, SOP (Standard Operating Procedure) kami harus cepat dan langsung gerak,” kata Sarkani, Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang. (*)
Editor : Redaksi



