Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Batik Bontang Naik Kelas, Kuntul Perak dan Beras Basah Resmi Kantongi Sertifikat SNI

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Kabar membanggakan datang dari Kota Bontang. Bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional, 2 Oktober, dua batik khas Kota Taman yakni Batik Kuntul Perak dan Batik Beras Basah, kini resmi mengantongi Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata bahwa produk UMKM Bontang mampu bersaing di kancah nasional hingga global.

“Alhamdulillah, batik khas Bontang Kuntul Perak dan Beras Basah kini sudah punya hak paten, terdaftar di e-katalog, dan berstandar SNI. Ini menandakan kualitas batik kita diakui secara nasional,” ujar Neni, Kamis (2/10/2025).

Menurut Neni, setiap motif batik Bontang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya pesisir. Burung kuntul perak yang menjadi ikon kota, panorama Pulau Beras Basah, hingga corak mangrove dan biota laut diolah menjadi identitas visual Bontang di atas lembaran kain.

“Batik bukan sekadar pakaian, tapi cermin budaya dan kisah daerah kita. Lewat motif khas inilah keunikan Bontang dikenal luas,” ungkapnya.

Sebagian besar produksi batik di Bontang digerakkan oleh UMKM lokal, terutama kalangan ibu rumah tangga. Keberadaan industri ini tak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Batik memberi nilai seni sekaligus nilai ekonomi. Banyak ibu rumah tangga kini bisa membantu menambah penghasilan keluarga,” tuturnya.

Produk batik Bontang kini mudah dijumpai di Smart Center Bontang maupun butik lokal seperti Batik Kuntul Perak dan Art Shop Mutiara Kalimantan. Selain batik tradisional, para pengrajin juga mulai mengembangkan batik eco-print, yang menggunakan bahan alami ramah lingkungan.

“Tren eco-print ini sangat positif. Kami bersyukur mendapat dukungan penuh dari program CSR perusahaan energi di Bontang,” ujar Neni.

Baca Juga  Kabinet Baru Basri-Najirah, Ratusan Pejabat Resmi Dilantik

Untuk menjaga kualitas dan daya saing, Pemkot Bontang bekerja sama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) dalam memberikan pelatihan terkait motif, teknik, dan desain. Berbagai ajang seperti Festival BONAFEST Bontang juga menjadi ruang bagi UMKM menampilkan karya terbaik mereka.

“Kami dorong semua produk batik lokal masuk e-katalog agar mudah dipasarkan. Pemerintah siap mendukung, tapi kuncinya tetap pada kreativitas para pengrajin,” tambahnya.

Dengan sertifikasi SNI, HAKI, dan inovasi berkelanjutan, Neni optimistis batik Bontang siap melangkah lebih jauh hingga menembus pasar internasional.

“Batik Bontang kini mulai dikenal di luar daerah bahkan luar negeri. Harapan kami, batik ini bukan hanya kebanggaan Bontang, tapi juga kebanggaan Indonesia,” harapnya.(*)

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply