
KITAMUDAMEDIA, Kutai Timur – Pemerintah Desa Swarga Bara terus memperluas peluang pembangunan berbasis wisata dengan memaksimalkan potensi alam yang dimiliki kawasan perbukitan mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, arah pembangunan desa semakin difokuskan pada kegiatan yang mampu menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi warga, sekaligus meningkatkan identitas desa sebagai ruang rekreasi terbuka.
Berbagai aktivitas mulai disusun secara bertahap untuk memperkuat citra Bukit Asalea sebagai pusat wisata alam.
Lokasi ini kini rutin dipadati pecinta olahraga lari lintas alam, yang menjadikan perbukitan tersebut sebagai arena latihan sekaligus tempat menikmati suasana hutan terbuka dan menegaskan semangat kolaboratif desa.
“Kami mendorong wisata alam dan olahraga berjalan seimbang agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan para pengunjung,” ujarnya, kamis (27/11/2025).
Untuk memastikan kegiatan wisata berjalan lebih nyaman, pemerintah desa melakukan pembenahan infrastruktur di sekitar area bukit.
Perbaikan akses jalan, penyediaan listrik, serta penyiapan sejumlah fasilitas dasar menjadi prioritas agar pengunjung merasa lebih aman dan mudah menjangkau lokasi.
Desa juga menggandeng mitra swasta untuk mempercepat penyediaan sarana pendukung tanpa mengurangi kualitas lingkungan.
Selain menjadi tujuan olahraga, Bukit Asalea mulai dimanfaatkan sebagai ruang edukasi bagi pelajar, sekolah-sekolah di sekitar Sangatta memanfaatkan kawasan ini sebagai tempat belajar lapangan mengenai konservasi, ekosistem, hingga pemahaman ekonomi desa melalui pengelolaan wisata.
Program ini diharapkan menanamkan rasa kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sejak dini.
Arah pembangunan wisata yang dijalankan desa selaras dengan RPJMDes terbaru, yang menitikberatkan pada sektor pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur dasar.
Melalui integrasi rencana tersebut, pengembangan wisata tidak hanya diposisikan sebagai hiburan, melainkan instrumen pembangunan desa yang lebih luas dan berkelanjutan.
Potensi wisata lainnya seperti Bukit Dasarya juga mulai dirancang dengan konsep yang serupa.
Pemerintah desa menekankan kerja sama yang adil dengan pemilik lahan agar setiap kegiatan wisata memberikan keuntungan langsung bagi warga lokal, khususnya melalui peluang UMKM dan model usaha berbasis komunitas.
Menyongsong perluasan pengembangan ini, desa juga menaruh perhatian besar pada kenyamanan pengunjung yang datang ke Asalea seperti area parkir, penanda jalur yang aman, dan fasilitas penyokong menjadi bagian penting dari pembenahan.
Di tahap akhir penjelasannya, Wahyu menyampaikan harapan besar desa terhadap pengembangan ini.
“Kami ingin Asalea menjadi contoh bagaimana alam, olahraga, dan edukasi bisa saling menguatkan dan membuat desa dikenal lebih luas,” pungkasnya.
Dengan visi yang semakin matang, Desa Swarga Bara menatap masa depan Bukit Asalea sebagai destinasi yang menggabungkan pesona alam dengan perkembangan ekonomi berbasis partisipasi masyarakat.(ADV)



