KITAMUDAMEDIA, Bontang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob. Fenomena tersebut diprediksi berlangsung hingga 7 Desember 2025.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi, menyampaikan bahwa tren kenaikan ketinggian air pasang mulai terlihat sejak 2 Desember. Pada tanggal tersebut, air pasang tercatat mencapai 2,4 meter di atas permukaan laut. Angka itu terus naik menjadi 2,8 meter pada 4 Desember, dan diperkirakan melebihi 2,9 meter pada 5–7 Desember.
“Puncaknya diprediksi terjadi pada 6 Desember 2025 dengan ketinggian maksimum mencapai 3 meter. Selanjutnya gelombang diprediksi mulai menurun pada 8 dan 9 Desember,” jelasnya, Kamis (4/12/2025).
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar, BPBD telah meminta seluruh kh elurahan pesisir menyosialisasikan peringatan ini kepada warga. Eko juga mengimbau masyarakat menyiapkan langkah mitigasi, termasuk mengamankan barang berharga dan kendaraan ke tempat lebih tinggi.
“Kami minta warga mengantisipasi dengan menempatkan kendaraan, barang elektronik, serta dokumen penting di lokasi yang aman agar tidak rusak akibat terendam,” ujarnya.
Selain itu, BPBD turut mengingatkan potensi meningkatnya interaksi manusia dengan satwa liar, khususnya buaya, yang cenderung aktif pada sore hari. Karena itu, warga diminta membatasi aktivitas di luar rumah pada jam rawan.
“Pasang air laut diperkirakan terjadi pada pukul 17.00 hingga 20.00 WITA. Meski waktunya bisa bervariasi, semuanya berada pada periode sore hingga malam,” imbuh Eko.
BPBD Bontang menegaskan pentingnya tetap waspada serta mengikuti informasi dan peringatan resmi dari pemerintah guna meminimalkan risiko dan dampak bencana di kawasan pesisir. (Adv)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



