KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pemkot Bontang menyiapkan pemasangan 66 CCTV pada 2026 melalui program Mata Bontang untuk memperkuat pengawasan lingkungan dan melibatkan partisipasi warga.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pemasangan CCTV dirancang sebagai sarana membangun kesadaran kolektif masyarakat. Kamera pengawas memungkinkan warga ikut memantau aktivitas di lingkungan masing-masing.
“Semua masyarakat bisa melihat apa yang terjadi di kawasannya masing-masing. Ini seperti security bersama,” ujar Neni, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, keberadaan CCTV diharapkan mampu menekan berbagai perilaku negatif, termasuk kebiasaan membuang sampah sembarangan. Rekaman kamera dapat dijadikan dasar pemberian sanksi sosial bagi pelanggar aturan kebersihan.
“Kalau tidak ada pengawasan bersama, kota akan sulit menjadi bersih dan tertib,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah memasang 11 unit CCTV. Pada tahun ini, pengadaan kembali dilakukan dengan menambah 55 unit baru.
“Totalnya ada 66 titik. Pemasangan direncanakan mulai April,” jelas Andi.
Ia menambahkan, penguatan sistem pengawasan ini juga sejalan dengan percepatan transformasi digital menuju Bontang Smart City. Diskominfo didorong untuk menyelesaikan persoalan blank spot jaringan dengan melibatkan operator telekomunikasi.
“Ini bagian dari tantangan digitalisasi yang harus kita selesaikan agar tidak tertinggal dari daerah lain,” pungkasnya.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



