KITAMUDAMEDIA, Bontang — Setelah melalui proses panjang, pembebasan lahan Polder Tanjung Laut akhirnya rampung. Pemerintah Kota Bontang menargetkan pengerjaan fisik proyek pengendali banjir tersebut dapat dimulai pada 2026.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebut selesainya pembebasan lahan menjadi fase krusial sebelum pekerjaan konstruksi dijalankan. Proyek strategis ini telah masuk dalam perencanaan anggaran melalui APBD, dengan dukungan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp43 miliar.
“Prosesnya panjang dan cukup melelahkan, tapi alhamdulillah semuanya bisa diselesaikan sampai akhir tahun. Ini menjadi langkah penting agar masalah banjir bisa ditangani secara permanen,” ungkap Neni beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, Polder Tanjung Laut dirancang sebagai infrastruktur utama pengendalian banjir, khususnya untuk menekan potensi genangan di kawasan rawan. Tak hanya berfungsi teknis, kawasan polder juga disiapkan dengan konsep pengembangan terpadu berbasis urban tourism.
Menurut Neni, integrasi antara fungsi pengendalian banjir dan ruang publik diharapkan memberi dampak ganda, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi daerah.
“Ke depan, kawasan ini tidak sekadar kolam retensi, tetapi juga ruang terbuka yang nyaman dan berpotensi menambah PAD,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bontang menilai keberadaan Polder Tanjung Laut akan berperan signifikan dalam pengendalian banjir jangka menengah dan panjang, sekaligus mendukung penataan kota yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Selain Polder Tanjung Laut, proyek infrastruktur air lainnya juga disiapkan. Waduk Kanaan direncanakan mulai dikerjakan pada tahun ini.
“Insya Allah Waduk Kanaan juga akan direalisasikan tahun ini, mudah-mudahan berjalan lancar,” tandasnya.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



