Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Menag Instruksikan Masjid hingga Gereja Buka 24 Jam Jadi Rest Area Pemudik

KITAMUDAMEDIA — Kementerian Agama (Kemenag) tak mau mudik 2026 dipenuhi kabar duka karena sopir kelelahan. Sebanyak 6.859 masjid di seluruh Indonesia disiapkan sebagai tempat singgah gratis bagi pemudik, berlaku sejak H-7 sampai H+7 Idul Fitri.

“Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa, mencegah musibah, karena kalau sopirnya ngantuk, dan nanti nabrak, kecelakaan bisa terjadi,” kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menerima audiensi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Program bertajuk Ekspedisi Masjid Indonesia 2026 ini digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag. Masjid-masjid di jalur mudik akan difungsikan sebagai titik transit yang buka 24 jam.

Koordinasi internal pun dikebut, dari pusat hingga Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan, untuk memastikan kesiapan fasilitas.

“Masjid diharapkan dapat menyiapkan fasilitas yang mencakup ruang istirahat, toilet bersih, air wudhu, ruang laktasi jika memadai, air minum, pengisian daya ponsel gratis, serta area parkir yang aman dan tanpa biaya,” kata dia.

Selain itu, masjid diharapkan menyediakan takjil bagi pemudik yang masih menjalankan puasa Ramadan.

Lonjakan penggunaan mobil pribadi dan sepeda motor di jalur Pantura, Trans Jawa, hingga Trans Sumatera membuat risiko kelelahan pengemudi sulit dihindari. Di titik inilah masjid didorong berperan bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga ruang layanan publik.

“Agar mudah dikenali, masjid yang berpartisipasi akan diberi penanda khusus di jalur utama sehingga pemudik dapat singgah tanpa ragu,” ucapnya.

Tak hanya masjid, sejumlah rumah ibadah lain juga dilibatkan di beberapa daerah, termasuk gereja di Sumatera Utara dan kawasan Indonesia timur.

Pendekatan ini menegaskan rumah ibadah sebagai ruang kemanusiaan yang terbuka bagi siapa pun.

“Adanya program ini meniru masjid nabi, masjid juga menerima tamu baik Muslim maupun non-Muslim, jangan ada diskriminasi. Masjid harus jadi rumah besar kemanusiaan, dan sebagai strategi yang membantu kesuksesan manajemen mudik Lebaran,” tuturnya.

Baca Juga  Operasi Patuh! Tidak Pakai Helm dan Lawan Arus, Pelanggaran Tertinggi

Sumber: inilah.com| Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply