KITAMUDAMEDIA, Bontang – Hampir sepekan Ramadan, siswa di SDN 003 dan SDN 010 Berbas Pantai belum menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterlambatan distribusi terjadi karena adanya edaran libur awal Ramadan.
Salah satu siswa SDN 003 Berbas Pantai mengaku belum mendapatkan MBG sejak kembali masuk sekolah.
“Belum dapat, tapi kemarin bu guru info katanya besok sudah mulai dibagikan lagi,” ujarnya kepada redaksi, Selasa (24/2/2026).
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala SPPG Berbas Pantai, David Diva Wijaya, menjelaskan distribusi memang dihentikan sementara pada 16–21 Februari 2026 mengikuti edaran libur dari Kementerian Pendidikan serta surat dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Untuk tanggal 16 sampai 21 Februari memang tidak dilakukan distribusi ke sekolah karena ada edaran libur. Tapi sejak 23 Februari distribusi sudah kembali berjalan normal,” jelasnya.
Ia menyebut, surat edaran penghentian sementara distribusi ke jenjang TK, SD, SMP hingga SMA saat libur awal Ramadan diterima secara mendadak. Saat itu, SPPG telah melakukan distribusi dan berkoordinasi dengan penanggung jawab (PIC) di SDN 003, 005, dan 010 untuk pengalokasian berita acara pada 23 dan 24 Februari.
Menurut David, selama periode tersebut SPPG Berbas Pantai tidak sepenuhnya menghentikan kegiatan. Sejak 16 Februari, distribusi tetap dilakukan namun dialihkan ke Kelompok 3B atau layanan posyandu.
“Dari 16 Februari kami tetap distribusi, tapi ke Kelompok 3B (posyandu). Jadi bukan libur total,” tambahnya.
Mulai Rabu (25/2/2026), pendistribusian MBG ke sekolah, termasuk SDN 003 dan SDN 010 Berbas Pantai, dipastikan kembali berjalan. Pembagian dilakukan dengan sistem rapel dua hari sekali sesuai kesepakatan dengan PIC masing-masing sekolah.
Selama Ramadan, menu yang diberikan berupa makanan kering seperti telur, susu, roti, dan buah. Besaran anggaran Rp8.000 per porsi untuk balita, TK, dan SD kelas 1–3, serta Rp10.000 per porsi untuk SD kelas 4–6, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Porsi besar kecilnya beda gramasi karena anggarannya beda-beda,” tutupnya.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



