KITAMUDAMEDIA, Bontang – Kota Bontang menempati peringkat keempat nasional dalam kategori Kota Menuju Bersih berdasarkan evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup. Capaian ini menempatkan Bontang di bawah Surabaya, Ciamis, dan Balikpapan.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
“Ini hasil kerja keras kita semua Pemerintah maupun Masyarakat Kota Bontang,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Salah satu aspek yang dinilai dalam evaluasi adalah kebiasaan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Bank sampah kini tersedia di hampir seluruh RT. Warga mulai memisahkan sampah organik dan anorganik dari rumah. Sampah kering bernilai ekonomis juga telah dikelola kembali melalui sistem penjualan.
Program Gesit (Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku) turut berkontribusi dalam peningkatan nilai evaluasi. Edukasi berkelanjutan dan keterlibatan komunitas disebut mempercepat perubahan perilaku warga dalam pengelolaan sampah.
Meski demikian, pemerintah pusat menginstruksikan penghentian sistem open dumping di tempat pembuangan akhir (TPA). Bontang diberi waktu sekitar tiga tahun untuk menyesuaikan sistem pengelolaan agar lebih ramah lingkungan.
Agus Haris menegaskan, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci. Warga diimbau membiasakan membawa kantong sampah saat beraktivitas di luar rumah serta melakukan pemilahan sejak dari sumbernya.
Pemerintah Kota Bontang menargetkan pada 2028 status Kota Menuju Bersih dapat meningkat menjadi Kota Bersih, seiring penguatan sistem pengelolaan dan konsistensi partisipasi masyarakat.(Adv)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir
