KITAMUDAMEDIA, Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang menggandeng PT Kaltim Methanol Industri (KMI) untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif naik kelas. Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga penguatan nilai tambah ekonomi daerah.
Kerja sama tersebut mulai dijajaki dalam pertemuan di Bontang Plant Site, Komplek Pupuk Kaltim, Kantor PT KMI, Jumat (27/3/2026).
Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, mengatakan sinergi dengan dunia industri membuka peluang besar untuk mengoptimalkan potensi daerah, terutama pada sektor pariwisata unggulan seperti Bontang Kuala dan Pulau Beras Basah.
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi harus diiringi dengan peningkatan kualitas SDM, baik kelompok sadar wisata (Pokdarwis) maupun pelaku ekonomi kreatif.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas SDM agar mampu bersaing dan memberikan nilai tambah bagi daerah,” ujarnya.
Selain sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, kerja sama juga menyasar penguatan kepemudaan dan olahraga. Program yang didorong mencakup pengembangan kepemimpinan dan kewirausahaan pemuda, peningkatan sarana prasarana olahraga, hingga pembinaan atlet berprestasi.
Sementara itu, perwakilan manajemen PT KMI, Eka Wijayanto, menyatakan pihaknya siap mendukung melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Sejumlah program telah berjalan, di antaranya pengelolaan sampah di Pulau Beras Basah melalui penyediaan drum sampah, kegiatan Jumat Bersih, serta edukasi masyarakat terkait kebersihan kawasan wisata.
Selain itu, KMI juga menjalankan pembinaan kelompok usaha batik Wanyi di Guntung, program English Fun Camp di sekolah, inovasi pembuatan es tanpa listrik bagi nelayan Selambai, serta pengembangan Taman Methanol yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru.
Eka menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri menjadi kunci dalam menciptakan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Melalui kerja sama ini, Dispopar dan KMI menargetkan peningkatan daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Bontang.(adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



