Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Disdikbud Turunkan Tim Khusus, Kejar Anak Putus Sekolah di Bontang Lestari

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menurunkan tim khusus untuk menindaklanjuti temuan Wali Kota Neni Moerniaeni terkait anak putus sekolah di Kelurahan Bontang Lestari, Bontang Selatan.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengatakan penelusuran awal telah dilakukan dengan berkoordinasi bersama sekolah asal anak tersebut. Hasil klarifikasi menunjukkan keputusan berhenti sekolah berasal dari pihak keluarga.

“Orang tuanya waktu itu sempat bilang akan memindahkan anaknya ke sekolah lain, tapi hingga sekarang itu tidak terealisasi. Data dan bukti pendukung masih kami pegang,” ujarnya saat dikonfirmasi redaksi, Sabtu (28/3/2026).

Sebagai tindak lanjut, Disdikbud akan melakukan pendekatan persuasif kepada orang tua melalui tim khusus agar anak tersebut dapat kembali bersekolah.

“Kami akan buat tim khusus untuk pendekatan kepada orang tuanya, agar anak tersebut bisa kembali bersekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihak sekolah pada prinsipnya siap menerima kembali siswa tersebut. Namun, dibutuhkan komitmen orang tua untuk memastikan kehadiran anak dalam kegiatan belajar.

“Selama ini anak tersebut sering tidak masuk tanpa keterangan. Ini yang juga menjadi perhatian kami,” tambahnya.

Untuk diketahui, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menemukan langsung kasus anak putus sekolah saat meninjau kawasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Bontang Lestari, Jumat (27/3/2026).

Dalam kunjungan itu, ditemukan seorang anak yang berhenti sekolah sejak kelas IV SD. Keputusan diambil orang tua karena anak dinilai belum mampu membaca dan tidak naik kelas selama dua tahun berturut-turut.

“Ini cukup mengejutkan. Ada dua anak yang kondisinya seperti ini. Harus segera ditangani,” tegas Neni.(adv)

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Baca Juga  Jembatan Beton Kampung Selambai Telan Biaya Rp 21 Miliar, Kendaraan Berat Dilarang Melintas

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply