Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Tagihan Air Membengkak hingga Rp1,7 Juta, Agus Haris Cek Rumah Warga

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Lonjakan tagihan air hingga dua kali lipat yang dikeluhkan warga Bontang pasca penyesuaian tarif April 2026 ternyata dipicu pola penggunaan yang tidak sesuai. Satu sambungan meteran digunakan untuk beberapa rumah sekaligus.

Hal itu terungkap saat Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meninjau langsung rumah warga pada Selasa (14/4/2026), didampingi Direktur PDAM Tirta Taman, Suramin.

Peninjauan dilakukan di RT 18 Kelurahan Lok Tuan dan rumah petak di Jalan Kerapu III RT 16, Kelurahan Tanjung Laut, menyusul laporan warga yang mengaku tagihan air bulan ini melonjak tajam.

Dari hasil pengecekan, Agus Haris menyebut tingginya tagihan dipicu penggunaan satu meteran untuk banyak unit hunian.

Di Lok Tuan, satu meteran melayani hingga 10 pintu rumah petakan dengan konsumsi lebih dari 161 meter kubik. Tagihan air mencapai sekitar Rp1,7 juta.

Sementara di Jalan Kerapu III, satu sambungan digunakan untuk empat pintu kontrakan dengan pemakaian lebih dari 100 meter kubik, sehingga tagihan menembus Rp1 juta.

“Sudah kita cek sama-sama, ternyata memang dari penggunaannya yang salah. Satu meteran dipakai ada yang 10 pintu, ada yang 4 pintu,” ujarnya kepada awak media.

Sementara, Direktur PDAM Tirta Taman, Suramin, mengatakan kondisi tersebut menjadi penyebab utama membengkaknya tagihan, bukan semata karena penyesuaian tarif.

Menurutnya, satu sambungan air seharusnya digunakan untuk satu rumah tangga agar konsumsi dapat terukur.

“Kalau satu meteran dipakai bersama beberapa rumah, penggunaan jadi sulit dipantau. Idealnya satu rumah satu meteran,” ujarnya.

Ia menyebut kebutuhan air normal satu keluarga beranggotakan empat orang rata-rata sekitar 10 meter kubik per bulan.

“Harusnya masuk tarif usaha, bukan rumah tangga kalau satu meteran untuk 10 pintu. Jadi pembayaran yang membengkak bukan semata karena kenaikan tarif,” katanya.

Baca Juga  Dicairkan 10 Hari Sebelum Lebaran, Tenaga Honorer Bontang Dapat Tunjangan Rp 2 Juta

Sebagai solusi, PDAM menawarkan pemasangan meteran baru untuk setiap unit rumah. Biaya pemasangan sebesar Rp2,1 juta dapat dicicil.

“Setiap rumah disarankan pasang meteran masing-masing. Pembayaran bisa dicicil sekitar Rp500 ribu per bulan agar pemakaian lebih jelas dan tagihan terkendali,” ujarnya.

Salah satu warga, Ela, mengaku terkejut saat menerima tagihan lebih dari Rp1 juta. Biasanya, ia hanya membayar sekitar Rp300 ribu per bulan untuk empat pintu kontrakan.

“Saya kaget, biasanya kami di kontrakan ini empat pintu bayar Rp300 ribu dibagi empat. Bulan kemarin Rp1 juta. Setelah dengar penjelasan PDAM, saya mengerti. Nanti saya sampaikan ke pemilik kontrakan,” ujarnya.(adv)

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply