Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Ditarget Rp110 Juta, DPRD Bontang Soroti Retribusi Parkir Baru Terkumpul Rp19,5 Juta

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Retribusi parkir tepi jalan umum di Kota Bontang baru menyumbang sekitar Rp19,5 juta hingga Mei 2026. Angka itu masih jauh dari target tahunan sebesar Rp110 juta, sehingga menjadi sorotan Komisi B DPRD Bontang dalam rapat evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berdasarkan paparan Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang, capaian tersebut dinilai belum sebanding dengan tingginya aktivitas kendaraan di sejumlah titik keramaian kota.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, menilai potensi pendapatan dari sektor parkir masih bisa ditingkatkan jika pengelolaannya dibenahi.

“Kalau melihat jumlah kendaraan yang setiap hari parkir di pusat-pusat aktivitas masyarakat, seharusnya potensi pendapatannya bisa lebih besar. Ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama,” ujarnya usai rapat, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat sistem pengelolaan parkir untuk menekan potensi kebocoran pendapatan. Ia juga mendorong adanya inovasi dalam pola pengelolaan, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga.

“Perlu dicari formulasi yang lebih efektif. Bisa melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau pola pengelolaan yang lebih profesional, tentu tetap mengutamakan kepentingan daerah,” katanya.

Sementara itu, Dishub Bontang mengakui masih menghadapi sejumlah kendala dalam optimalisasi retribusi parkir. Selain keterbatasan personel, petugas juga kerap menemui persoalan terkait keberadaan juru parkir yang belum terakomodasi dalam sistem resmi.

Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Dishub Bontang, Welly Zakius, mengatakan keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengawasan dan penarikan retribusi.

“Selain keterbatasan sumber daya manusia, kami juga menghadapi berbagai tantangan saat melakukan penertiban dan sosialisasi di lapangan,” ungkapnya, Senin (22/6/2026).

Menurut Welly, penataan sistem parkir membutuhkan dukungan lintas sektor agar pengawasan di lapangan dapat berjalan lebih optimal dan potensi pendapatan daerah dari sektor tersebut bisa dimaksimalkan. (Adv)

Baca Juga  Kurangi Kontak dengan Keluarga, Puluhan Nakes RSUD yang Bertugas Diinapkan di Hotel

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply