KITAMUDAMEDIA, Bontang – Sebanyak 130 warga belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bontang mengikuti program pembelajaran mandiri pada 2026. Skema ini ditujukan bagi peserta yang telah bekerja sehingga tidak dapat mengikuti kelas reguler.
Operator Dapodik SKB Kota Bontang, Najmiah, mengatakan mayoritas peserta merupakan pekerja yang membutuhkan jadwal belajar lebih fleksibel.
“Program mandiri memang kami siapkan untuk warga belajar yang sudah bekerja. Dengan jadwal yang lebih fleksibel, mereka tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaannya,” ujar Najmiah, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, pembelajaran mandiri berbeda dengan kelas reguler yang berlangsung setiap Senin hingga Rabu. Pada program ini, tatap muka dilaksanakan empat kali dalam satu semester dan seluruh kegiatan belajar berlangsung pada malam hari, pukul 19.00–22.00 WITA.
Meski frekuensi pertemuan lebih sedikit, materi yang diberikan tetap mengacu pada kurikulum pendidikan kesetaraan yang berlaku.
“Harapannya tidak ada lagi masyarakat yang mengurungkan niat melanjutkan sekolah hanya karena terkendala pekerjaan. Kami berusaha menghadirkan layanan pendidikan yang bisa diakses oleh semua kalangan,” katanya.
Program pembelajaran mandiri menjadi salah satu skema pendidikan kesetaraan yang diterapkan SKB Kota Bontang untuk mengakomodasi warga belajar yang memiliki keterbatasan waktu karena bekerja. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



