KITAMUDAMEDIA, Bontang – Kecamatan Bontang Selatan menjadi wilayah dengan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) terbanyak di Kota Bontang. Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menegaskan angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan karena masih memerlukan verifikasi.
Berdasarkan Dashboard Anak Tidak Sekolah (ATS) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per 4 Juli 2026, sebanyak 820 anak di Bontang Selatan tercatat tidak bersekolah. Sementara itu, Bontang Utara mencatat 630 anak dan Bontang Barat 169 anak.
Data tersebut menjadi salah satu fokus penanganan melalui inovasi Gerakan Kembali Sekolah (GELIS). Meski demikian, Disdikbud menilai validitas data perlu dipastikan sebelum dilakukan intervensi.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Nuryadi, melalui Kasi Peserta Didik dan Kurikulum Saropah, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah anak yang sebenarnya masih menempuh pendidikan, tetapi tetap tercatat sebagai ATS di dashboard Kemendikdasmen. Kondisi itu diduga terjadi karena Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) belum terdata atau belum terintegrasi dalam sistem.
“Kami pernah mengambil sampel. Ada anak yang sedang mondok di pesantren, mengikuti homeschooling, bahkan bersekolah di luar negeri, tetapi di Dashboard ATS Kemendikdasmen masih tercatat tidak bersekolah. Hal-hal seperti inilah yang akan kami tindak lanjuti melalui verifikasi langsung ke lapangan,” ujarnya kepada redaksi, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, melalui program GELIS, proses verifikasi tidak hanya mengacu pada data administrasi, tetapi juga melibatkan pemerintah kelurahan, RT, satuan pendidikan, hingga perangkat daerah terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi setiap anak sebelum penanganan diberikan.
“Data yang akurat menjadi dasar penyusunan kebijakan. Karena itu kami ingin memastikan setiap anak yang masuk dalam dashboard benar-benar diverifikasi sebelum dilakukan intervensi,” pungkasnya. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



