Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Proyek Lapangan Hop 1 Rp17 Miliar Diingatkan Tak Sekadar Bagus di Gambar

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Proyek pembangunan Lapangan Hop 1 di Kelurahan Satimpo, Bontang, tak cukup hanya terlihat menarik dalam gambar rencana. Kualitas hasil akhirnya justru menjadi perhatian, mengingat fasilitas olahraga senilai Rp17 miliar itu diproyeksikan menjadi salah satu ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat.

Hal itu mengemuka saat Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan, Senin (10/8/2026). Ia meninjau progres pekerjaan sekaligus mencermati gambar rencana pembangunan kawasan tersebut.

Andi Faizal menekankan pengawasan harus dilakukan sejak awal agar pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Menurut dia, Lapangan Hop 1 berpotensi menjadi salah satu ruang publik yang banyak didatangi masyarakat, termasuk pengunjung dari luar daerah. Karena itu, kualitas pekerjaan tidak boleh diabaikan selama proses pembangunan.

“Pengawas dan perencana harus benar-benar teliti. Semua mata Kota Bontang nanti akan tertuju ke kawasan ini. Masyarakat dari luar daerah juga pasti datang ke sini,” ujarnya saat sidak.

Ia menyoroti potensi ketimpangan antara konsep pembangunan yang terlihat menarik di atas kertas dengan hasil pekerjaan di lapangan. Kondisi semacam itu dinilai perlu dicegah agar tidak terjadi pada proyek Lapangan Hop 1.

“Di Bontang ini membuat gambar yang bagus itu mudah. Tapi jangan sampai ketika selesai hasilnya kasar, kualitas cat tidak sesuai, atau spesifikasinya tidak terpenuhi,” tegasnya.

Andi Faizal meminta konsultan perencana, pengawas, dan kontraktor pelaksana menjalankan tugas secara profesional serta memastikan setiap tahapan pekerjaan sesuai ketentuan.

Ia juga mengingatkan proyek yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tersebut harus dikerjakan sesuai aturan. Menurutnya, kelalaian dalam pelaksanaan bukan hanya berdampak pada kualitas fasilitas, tetapi juga dapat memunculkan persoalan setelah proyek selesai.

Baca Juga  Kasus 27BTG, Tim Gugus Lakukan Tracing di Pasar Malam Berbas Pantai, 2 Orang Reaktif

“Kalau nanti ada masalah, yang pertama akan menjadi cibiran masyarakat. Yang kedua berpotensi menjadi temuan hukum. Itu yang harus kita hindari,” pungkasnya. (Adv)

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply