Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Usai Insiden, Pengawasan Kapal Wisata Bontang Diminta Diperketat

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Keselamatan wisatawan kembali menjadi sorotan setelah insiden kapal yang mengangkut penumpang menuju Pulau Beras Basah beberapa waktu lalu. DPRD Kota Bontang menilai kejadian tersebut menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap operasional kapal wisata.

Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, meminta pengawasan tidak hanya dilakukan setelah terjadi insiden. Menurutnya, kelayakan kapal dan kelengkapan keselamatan harus dipastikan sebelum wisatawan berangkat.

“Musibah memang tidak bisa diprediksi, apalagi berkaitan dengan faktor cuaca, angin, dan gelombang. Namun standar keselamatan tetap harus dipenuhi oleh setiap operator kapal,” ujarnya, Sabtu (22/8/2026).

Ia menjelaskan, kapal wisata semestinya memenuhi prosedur keselamatan, mulai dari ketersediaan jaket pelampung sesuai jumlah penumpang, kelayakan kapal, hingga kepatuhan terhadap ketentuan pelayaran.

Rustam mendorong Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) bersama Dinas Perhubungan, khususnya sektor perhubungan laut, meningkatkan pengawasan terhadap kapal yang membawa wisatawan ke sejumlah destinasi bahari Bontang. Pengawasan itu mencakup rute menuju Pulau Beras Basah, Malahing, Tihi-Tihi, hingga Selangan.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran agar ke depan pengawasan terhadap kapal wisata semakin diperketat sehingga keselamatan wisatawan lebih terjamin,” katanya.

Selain pengawasan, Rustam meminta setiap kapal wisata memiliki identitas dan nomor registrasi yang jelas. Perlengkapan keselamatan juga harus memadai, disertai kontak darurat yang dapat dihubungi ketika terjadi keadaan darurat di laut.

Ia mengakui, pengaturan wisata bahari di Bontang masih menghadapi kendala regulasi. Salah satunya belum adanya titik keberangkatan kapal wisata yang terpusat.

Kondisi tersebut membuat pengawasan menjadi lebih sulit karena wisatawan dapat berangkat dari berbagai lokasi.

Di sisi lain, Rustam mengimbau masyarakat tidak sekadar mempertimbangkan harga saat memilih jasa penyeberangan. Kondisi kapal dan kelengkapan keselamatan perlu dipastikan sebelum perjalanan dimulai. (Adv)

Baca Juga  Pembongkaran Jembatan Besi Tenggarong Dibatalkan, Pemkab Kukar Alihkan Lokasi Pembangunan

Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply