KITAMUDAMEDIA, Bontang – Cakupan imunisasi polio dosis kedua di sejumlah posyandu di Bontang Selatan mengalami penurunan dibandingkan dengan dosis pertama. Kondisi ini menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, salah satunya Heri Keswanto.
Heri menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang lebih intensif dalam memberikan pemahaman kepada para orang tua tentang pentingnya melengkapi imunisasi polio. Ia mengusulkan sosialisasi melalui seminar yang lebih mendalam.
“Saya sarankan kader-kader yang bertugas bisa memberikan pemahaman kepada orang tua. Mungkin masih banyak yang termakan hoaks, akhirnya tidak mau memberikan imunisasi polio,” ujarnya kepada kitamudamedia.com beberapa waktu lalu.
Menurutnya, rendahnya capaian imunisasi polio bisa disebabkan oleh kurangnya pemahaman orang tua mengenai manfaat imunisasi. Ia juga menekankan pentingnya seminar yang lebih spesifik, seperti per RT, agar sasaran lebih tepat.
“Kalau seminar, jangan bersifat umum. Sebaiknya diadakan per RT dan didata orang-orangnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bontang Selatan II, Livia Fitriati, menjelaskan beberapa kendala yang dihadapi dalam meningkatkan cakupan vaksin polio, terutama dosis kedua. Menurutnya, faktor keyakinan agama dan banyaknya hoaks terkait imunisasi menjadi penghambat utama.
“Kebanyakan orang tua termakan isu hoaks terkait imunisasi polio, makanya agak susah mencapai target untuk dosis kedua,” ungkap Livia.
Ia juga merinci cakupan imunisasi di beberapa posyandu. Di Posyandu Mutiara, cakupan dosis pertama mencapai 91 persen, namun menurun pada dosis kedua menjadi 54 persen. Di Posyandu Suka Maju, dosis pertama mencapai 94 persen, sedangkan dosis kedua hanya 57 persen.(Adv)
Reporter: Yulia.C
Editor: Icha Nawir



