KITAMUDAMEDIA, Semarang – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai menunjukkan tren penurunan. Para peternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba, didorong untuk kembali bersemangat dan optimis dalam merawat ternak mereka, terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha 2025.
“Selepas Januari kemarin, tren PMK mulai melandai. Dari sebelumnya ribuan kasus, hingga April 2025 tinggal sekitar 600 kasus. Ini angin segar bagi peternak agar tak lagi terlalu khawatir,” ujar drh. Hendra Wibawa, M.Sc, Ph.D, Kepala Balai Besar Veteriner Wates, dalam talkshow Teja Ungu (Ternak Jateng Urip Lam Nguripi), Kamis (24/4/2025).
Talkshow yang digelar oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jawa Tengah bekerja sama dengan Dreamlight World Media (DWM) ini memasuki putaran keempat. Acara tersebut dipandu oleh Ulil Abab dari TVRI dan mengangkat tema “Memasyarakatkan Teja Ungu Melalui Pengendalian PMK.”
Turut hadir sebagai narasumber Dr. drh. Enny Tantini Setiatin, M.Sc dari Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (Undip) dan drh. Yuyun Purwaningsih, Koordinator Laboratorium Kesehatan Hewan Surakarta. Keduanya sepakat bahwa menurunnya kasus PMK menjadi momentum positif bagi dunia peternakan.
Menurut drh. Yuyun, salah satu langkah pengendalian PMK adalah menjaga kebersihan kandang dan mewaspadai lalu lintas ternak. “Pasar hewan perlu diawasi ketat, meski ditutup pun PMK bisa tetap ada. Jadi yang utama adalah pengawasan dan kebersihan,” jelasnya.
Menjawab pertanyaan seputar perlakuan sederhana agar ternak terhindar dari PMK, Dr. drh. Enny menegaskan pentingnya memilih ternak yang sehat sejak awal. Namun ia juga mengingatkan bahwa meski tampak sehat, ternak tetap bisa membawa virus.
“Efektivitas vaksin sangat berperan. Ternak yang sudah divaksin terbukti lebih tahan terhadap infeksi PMK dibanding yang belum,” kata Enny, yang juga mengajak para peternak untuk tidak putus semangat menghadapi tantangan ini.
Dengan kondisi wabah yang mulai mereda dan edukasi yang terus dilakukan, diharapkan para peternak mampu bangkit dan mempersiapkan ternaknya dengan baik menyambut Hari Raya Kurban 2025.
Reporter : Bambang Iss
Editor : Redaksi



