Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Desa Kerta Buana Kukar Siap Tampil Sebagai Ikon Wisata Religi Budaya Bali di Kalimantan Timur

 

KITAMUDAMEDIA,Tenggarong – Di tengah lanskap hijau Kecamatan Tenggarong Seberang, tersembunyi sebuah permata budaya yang memancarkan nuansa Pulau Dewata: Desa Kerta Buana. Berjarak sekitar 30 menit perjalanan darat dari pusat kota Tenggarong, desa ini bukan hanya tempat tinggal warga keturunan Bali, namun telah tumbuh menjadi sentra pelestarian budaya Hindu Bali yang autentik dan hidup di tanah Kalimantan Timur.

Kini, Desa Kerta Buana bersiap menembus batas sebagai desa biasa. Pemerintah desa bersama masyarakat tengah menyiapkan lompatan besar: menjadikan Kerta Buana sebagai destinasi wisata religi berbasis budaya Hindu Bali pertama di luar Pulau Bali.

I Dewa Ketut Adi Basuki, Kepala Desa Kerta Buana, mengungkapkan bahwa impian ini bukan muncul dalam semalam. Selama puluhan tahun, masyarakat Bali di desa ini telah dengan konsisten menjalankan tradisi-tradisi leluhur, mulai dari ritual keagamaan seperti Hari Raya Nyepi, upacara Ngaben (kremasi adat Hindu), hingga pawai ogoh-ogoh menjelang Nyepi yang rutin digelar setiap tahun.

“Kami ingin menyuguhkan pengalaman spiritual dan kebudayaan Bali secara langsung kepada masyarakat luas, tanpa harus pergi jauh ke Bali. Di sini, semua nilai dan ritual itu hidup dalam keseharian kami,” ujar Dewa, beberapa waktu lalu.

Kerta Buana kini membuka diri, tidak hanya sebagai desa adat, tetapi juga sebagai titik simpul wisata religi dan budaya di Kalimantan Timur. Dengan prosesi budaya yang otentik, arsitektur khas Bali, dan komunitas yang aktif menjaga kearifan lokal, desa ini menawarkan pengalaman unik yang sulit ditemukan di tempat lain di luar Bali.

“Kita sudah sering kedatangan wisatawan domestik dari Samarinda, Balikpapan, bahkan luar daerah, yang ingin menyaksikan langsung prosesi adat kami. Ini peluang besar yang harus kami kelola secara terstruktur,” imbuh Dewa.

Baca Juga  Jumlah Penduduk Bontang Capai 185.928 Jiwa, 2.504 Diantaranya Pendatang

Menyadari letak geografis yang strategis, Kerta Buana juga tengah menjajaki sinergi destinasi wisata dengan kawasan Muara Kaman — salah satu situs sejarah penting Kerajaan Kutai. Potensi ini dapat menjadi fondasi pengembangan jalur wisata religi dan sejarah yang saling terhubung, dari Tenggarong, Kerta Buana, hingga Muara Kaman.

“Kami ingin menciptakan koneksi antarwilayah. Bayangkan satu paket wisata, pagi berziarah ke situs kerajaan tertua di Indonesia, siang menikmati budaya Bali di Kerta Buana. Ini bisa menjadi daya tarik luar biasa,” jelasnya.

Salah satu keunggulan Desa Kerta Buana adalah kekuatan sosial budaya komunitasnya. Warga keturunan Bali di sini hidup rukun, menjunjung nilai gotong royong, serta aktif dalam kegiatan adat lintas generasi. Anak-anak diajarkan tari Bali, gamelan, dan bahasa Bali sejak dini — sebuah pemandangan langka di luar Bali.

“Komunitas kami sangat solid. Nilai adat dan spiritual tidak sekadar dijalankan, tapi juga diwariskan secara sadar. Ini adalah kekayaan yang tidak bisa dibeli,” tambah Dewa.

Tantangan dan Harapan Menuju Destinasi Wisata Nasional

Namun demikian, Kepala Desa Dewa Ketut menyadari bahwa untuk mewujudkan ambisi ini dibutuhkan kolaborasi besar lintas sektor — pemerintah daerah, pelaku wisata, komunitas budaya, serta sektor swasta.

“Kami tidak bisa sendiri. Dibutuhkan dukungan konkret dari Pemkab Kukar, dinas pariwisata, pelaku UMKM, hingga investor lokal yang tertarik membangun ekosistem wisata yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, Desa Kerta Buana berencana mengembangkan pusat informasi budaya Bali, galeri seni, serta homestay berbasis rumah adat Bali untuk memfasilitasi wisatawan yang ingin menginap dan merasakan langsung atmosfer kehidupan masyarakat Hindu Bali di Kalimantan.

Melalui pendekatan bertahap dan berbasis kekuatan lokal, Kerta Buana siap menjelma menjadi ikon pelestarian budaya Bali di luar Bali, serta memperkuat posisi Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai salah satu kawasan wisata unggulan berbasis kearifan lokal dan spiritualitas di Kalimantan Timur.(Adv)

Baca Juga  Sutomo Jabir-Nasrullah Daftar Pilkada 2024 Pakai Baju Jawa Bugis

Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply