
KITAMUDAMEDIA, Kutim – Satu per satu desa di Kutai Timur (Kutim) kini mulai terang benderang. Di Kecamatan Telen, seluruh desa akhirnya menikmati aliran listrik 24 jam tanpa henti, sebuah capaian yang menjadi simbol kemajuan dan pemerataan pembangunan di wilayah telen.
Camat Telen, Petrus Ivung, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan ini. Ia menyebutkan bahwa kini tak ada lagi desa yang gelap di malam hari, setelah seluruh jaringan listrik berhasil diaktifkan penuh berkat kerja sama antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
“Sekarang semua desa sudah teraliri listrik 24 jam. Masyarakat senang, karena dulu sempat bergiliran atau hanya malam saja,” ujar Petrus Ivung, Jumat (7/11/2025).
Meski seluruh wilayah telah mendapatkan aliran listrik, Petrus mengakui masih ada tantangan teknis di lapangan. Beberapa daerah, seperti Muara Pantun dan Juq Ayaq, mengusulkan penambahan tiang jaringan listrik karena rumah warga tersebar hingga ke kawasan perbukitan.
“Daerah Muara Pantun dan Juq Ayaq itu cukup luas. Tiang listrik baru terpasang sampai kilometer tiga, sedangkan warga tinggal sampai kilometer sepuluh. Jadi masyarakat minta tambahan tiang agar sambungan listrik bisa lebih stabil,” jelasnya.
Ia menuturkan, kini Desa Rantau Panjang dan Long Noran sudah sepenuhnya menikmati pasokan listrik dari jaringan utama PLN yang bersumber dari Muara Wahau. Menariknya, jalur listrik ini harus melewati area perkebunan sawit, menandakan komitmen lintas wilayah dalam melayani masyarakat.
Sementara itu, Long Segar menjadi pusat distribusi listrik bagi sejumlah desa lain di sekitarnya, seperti Kernyayan, Long Melah, Marah Haloq, dan Long Noran. Sistem ini memastikan semua desa tetap mendapat pasokan listrik yang stabil.
Menurut Petrus, kehadiran listrik 24 jam bukan hanya mengubah wajah desa di malam hari, tetapi juga membawa dampak besar bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Warga kini lebih mudah menjalankan usaha rumahan, menggunakan alat pertanian modern, hingga memanfaatkan internet untuk belajar dan berdagang.
Dengan seluruh desa kini tersambung listrik 24 jam, Kecamatan Telen resmi menjadi contoh nyata pemerataan energi di Kutim menerangi bukan hanya rumah warga, tetapi juga harapan untuk masa depan yang lebih sejahtera.(ADV)



