Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

BPBD Bontang Tekankan Urgensi Hidran di Permukiman Padat, Bukan Opsi Tapi Kebutuhan

KITAMUDAMEDIA, Bontang — Ancaman kebakaran kembali membayangi kawasan padat penduduk di Kota Bontang. Sejumlah titik seperti Lok Tuan, Api-Api, Berbas Pantai, hingga Tanjung Laut Indah tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, sehingga kembali menjadi sorotan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Eko Mashudi, menegaskan bahwa mitigasi tidak bisa hanya mengandalkan armada pemadam. Menurutnya, perlu penguatan infrastruktur keselamatan di tingkat lingkungan, terutama pemasangan hidran.

“Hidran itu vital. Saat kebakaran terjadi, akses mobil pemadam sering terhambat karena jalan sempit. Dengan hidran di dekat permukiman padat, sumber air bisa langsung digunakan dalam hitungan menit,” ujar Eko, ditemui redaksi kitamudamedia.com beberapa waktu lalu.

BPBD juga telah membentuk dan melatih relawan kebencanaan di sejumlah kelurahan. Keberadaan hidran, kata Eko, akan menjadi perangkat pertama yang memungkinkan relawan merespons cepat sebelum api membesar.

“Relawan sudah siap. Tapi tanpa sarana pendukung, gerak mereka terbatas. Kalau hidran tersedia, mereka bisa langsung mengontrol api sebelum petugas tiba,” jelasnya.

Menurutnya, fase awal penanganan kebakaran merupakan momen paling menentukan. “Kalau api bisa diputus cepat, kerusakan bisa ditekan. Karena itu hidran di kawasan padat bukan lagi opsi, tapi kebutuhan,” tambahnya.

Eko menyebut, upaya ini perlu dukungan lintas pihak, mulai pemerintah kelurahan, perusahaan, hingga masyarakat. Mitigasi, kata dia, bukan hanya soal perangkat teknis, tetapi membangun kesiapsiagaan kolektif di kawasan urban yang terus tumbuh.

“Ini langkah sederhana, tapi dampaknya besar untuk keselamatan warga. Mitigasi itu harus dibangun dari lingkungan terkecil,” tegasnya.

BPBD berharap, penguatan sistem respons dini melalui hidran dan relawan dapat menekan risiko kebakaran sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di permukiman padat Kota Bontang.(Adv)

Baca Juga  Peredar Narkotika Melonjak, DPRD Kutim Ingatkan Hindari Pergaulan Bebas 

Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply