
KITAMUDAMEDIA, Kutai Timur – Rencana menghadirkan Pelabuhan Kenyamukan sebagai simpul ekonomi baru di Kutai Timur masih harus menunggu waktu lebih lama.
Sejumlah sarana wajib seperti bangunan administrasi pelabuhan, ruang keberangkatan penumpang, gudang penyimpanan logistik, serta instalasi air bersih ditargetkan selesai sebelum pelabuhan menerima kapal pertama.
Namun, efisiensi belanja daerah pada APBD 2025 membuat kelanjutan pembangunan belum bisa dilaksanakan.
Menariknya, situasi itu justru membuka peluang lain, alih-alih kosong tak terpakai, area Kenyamukan kini ramai dikunjungi warga yang menjadikannya lokasi bersantai.
Mahyunadi, Wakil Bupati Kutim, menganggap hal tersebut sebagai situasi yang tidak perlu dibatasi selama pembangunan belum dimulai kembali.
“Selagi belum difungsikan, masyarakat silakan memanfaatkannya dahulu,” ungkapnya, Sabtu (22/11/2025).
Akses menuju kawasan itu sudah tergolong sangat baik, dimana jalan yang mengarah ke pelabuhan dibangun dengan standar lebar dan kelancaran yang setara jalan utama antarkecamatan.
Lampu penerangan di sepanjang jalur dan area pelabuhan juga membuat kunjungan di malam hari terasa aman.
Daya tarik utama bagi para pengunjung berada di bagian ujung dermaga pelabuhan sebab di titik inilah keluarga menghabiskan sore, para pemancing mencari spot terbaik, dan anak-anak muda memotret langit jingga maupun keindahan laut yang berangin sepoi.
Perpaduan suara ombak dan panorama cakrawala menciptakan suasana yang jarang ditemukan di pusat kota.
Meski demikian, pemerintah daerah mengingatkan bahwa kenyamanan ini bukan kondisi permanen, ketika pelabuhan resmi dioperasikan, aktivitas masyarakat akan mengalami penyesuaian demi menjaga keamanan dan kelancaran arus pelayaran.
Mahyunadi menegaskan bahwa semua aturan akan diterapkan ketika pelabuhan sudah berfungsi sebagaimana mestinya. “Nantinya tentu ada aturan baru begitu pelabuhan berfungsi penuh.” tegasnya.
Untuk saat ini, Kenyamukan menjadi contoh bagaimana sebuah proyek besar yang belum rampung bisa memiliki kehidupan sementara yang tak kalah berarti.
Selama menunggu fasilitas utama diselesaikan, kawasan tersebut tetap menjadi salah satu ruang rekreasi terbuka yang paling sering dikunjungi warga Kutim.(ADV)



