Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Agar Tidak Mengantuk Saat Mudik, Ahli Gizi IPB Sarankan Hindari Makanan Ini

KITAMUDAMEDIA — Rasa kantuk saat mudik dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengemudi yang menempuh perjalanan jarak jauh.

Ahli Gizi Masyarakat IPB University Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, M.Gizi, menyarankan pengemudi memperhatikan asupan makanan sebelum dan selama perjalanan agar stamina tetap terjaga dan tidak mudah mengantuk.

Tiga penyebab pengemudi mudah mengantuk saat mudik

Melansir laman IPB University, Kamis (12/3/2026), Karina menjelaskan terdapat tiga faktor utama yang membuat seseorang mudah mengantuk saat perjalanan mudik.

Faktor pertama adalah kurangnya waktu tidur, terutama ketika seseorang harus bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut dari biasanya.

Faktor kedua adalah durasi perjalanan yang panjang dengan pemandangan jalan yang cenderung monoton.

“Jika pengemudi menyetir dalam waktu lama dengan pemandangan jalan yang monoton, hal itu dapat menimbulkan rasa bosan dan akhirnya memicu kantuk,” ujar dr. Karina.

Faktor ketiga adalah kebiasaan memaksakan diri berkendara pada malam hari.

“Secara biologis, malam hari merupakan waktu tubuh untuk beristirahat. Jika dipaksakan tetap terjaga, rasa kantuk tentu lebih mudah muncul,” jelasnya.

Pilih makanan yang menjaga energi tetap stabil

Selain istirahat, pola makan juga berpengaruh terhadap tingkat kewaspadaan saat berkendara.

Karina menjelaskan beberapa jenis makanan justru dapat memicu rasa kantuk karena meningkatkan kadar gula darah secara cepat.

“Makanan yang menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat dapat membuat kita lebih mudah mengantuk, misalnya roti putih, keripik, gorengan, dan makanan tinggi gula lainnya,” katanya.

Sebaliknya, untuk menjaga energi tetap stabil, ia menyarankan konsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks, protein tinggi, dan lemak rendah.

“Telur, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, serta buah yang tinggi kandungan air bisa membantu menjaga stamina sekaligus mencegah dehidrasi,” ujar dr. Karina.

Baca Juga  Beda Garam Himalaya dengan Garam Dapur Biasa

Rekomendasi makanan agar tidak mudah mengantuk

Karina juga merinci beberapa jenis makanan yang dapat membantu menjaga stamina selama perjalanan mudik.

Sumber karbohidrat kompleks dapat diperoleh dari serealia utuh seperti beras merah, beras hitam, gandum, oat, jagung, serta sayuran berpati seperti kentang dan ubi.

Sumber protein rendah lemak dapat berasal dari ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, putih telur, dan ikan.

Sementara itu, lemak sehat dapat diperoleh dari ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta alpukat.

Ia juga menyarankan konsumsi buah dan sayuran yang kaya serat, vitamin, mineral, serta memiliki kandungan air tinggi.

Cukupi cairan dan batasi kafein

Selain makanan, kecukupan cairan juga penting untuk menjaga kondisi tubuh selama perjalanan mudik.

Karina mengingatkan pengemudi untuk memastikan kebutuhan cairan terpenuhi saat sahur maupun berbuka.

“Meskipun berpuasa, tetap dianjurkan minum minimal delapan gelas atau sekitar 1,5 hingga 2 liter air per hari,” ujarnya.

Terkait konsumsi kafein seperti kopi atau teh, ia menjelaskan bahwa kafein memang dapat membantu mengurangi rasa kantuk, tetapi efeknya hanya sementara.

“Kafein memang bisa membuat kita lebih terjaga, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan sering buang air kecil dan berisiko dehidrasi,” jelasnya.

Karina menyebut batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa sekitar 400 miligram atau setara empat cangkir per hari, namun ia menyarankan cukup satu hingga dua cangkir saja.

Ia menegaskan cara paling efektif untuk mengatasi kantuk saat berkendara tetap dengan beristirahat.

“Obat paling efektif untuk mengatasi kantuk bukanlah minuman berkafein, melainkan tidur. Jadi jika sudah lelah, sebaiknya berhenti dan beristirahat sejenak untuk memulihkan energi,” pungkasnya.

Sumber: kompas.com| Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply